12/20/2022
Basic Training LK 1 Angkatan IX HMI MPO Komisariat Ahmad Dahlan UMK
Dengan Tema :
"Menumbuhkan Integritas dan Loyalitas Mahasiswa Dalam Berorganisasi Dengan Semangat Kebangsaan Dalam Bingkai Keislaman".
USAHA SAMPAI🟩⬛
12/11/2022
*Pendaftaran Basic Training Dibuka*
*Latihan Kader 1 (LK1) HMI MPO Komisariat Ahmad Dahlan UMK Cabang Kendari*💚🖤
Ayo Persiapkan Diri Anda Para Kaum Intelektual Untuk Mengikuti Forum Basic Training (LK 1)
💥Tema💥
" Menumbuhkan Integritas dan Loyalitas Mahasiswa Dalam Berorganisasi Dengan Semangat Kebangsaan Dalam Bingkai Keislaman"
Persyaratan Umum 👈
✅Mahasiswa Aktif
✅Beragama Islam
✅Mengisi Formulir Pendaftaran
💥Fasilitas Yang Didapatkan💥
🫂Relasi
📖Ilmu Yang Bermanfaat
📜 SERTIFIKAT
📅 *Waktu Pendaftaran : 09 -13 Desember 2022*
📎 *LINK PENDAFTARAN*: https://forms.gle/jRDc1eRXCt7QuTJ7A
📱*Contak Person* : 0822-9233-3227 (Laode Halki)
0822-9329-3559 (Sofiyan) 0823-9334-1751 (Nijum)
*Ayo Ber-HMI*
*Yakinkan Dengan Iman, Usahakan Dengan Ilmu, Sampaikan Dengan Amal*
*Yakin Usaha Sampai*
12/05/2022
Open Recrutmen basic training HmI Komisariat Ahmad Dahlan UMK Cabang Kendari
Pendaftaran 9 - 13 Desember 2022
08/15/2021
HMI: PERNAH ADA, MASIH ADA, DAN AKAN TETAP ADA
Memerah wajah kawan saya usai membaca "omelan" seorang Profesor terhadap HMI. "Santai saja, mungkin Profesor itu habis ngopi campur bon cabe level 100, jadi bahasanya pahit-pahit pedas gitu", celotehku. He he
Kawan saya itu aktivis HMI yang malang melintang dalam misi pencerahan. Sering sekali tampak di warkop ke warkop, kos ke kos, kadang p**a merumput di emperan-emperan kampus. Ia tak pernah merapat tuk menjilat di rumah-rumah pejabat. Apa yang dilakukannya di warkop, kos dan emperan kampus? Tentu saja pencerahan dan berbagi gagasan, bukan gosip, bukan p**a berbagi chip.
Sebenarnya, wajarlah wajah teman saya itu memerah. Bagaimana tak memerah, dalam tulisannya, si Profesor menganggap eksistensi HMI sama dengan non eksistensinya. HMI telah mati, sejak munculnya HMI-MPO. Bahkan, dalam hemat guru besar tersebut, HMI-MPO diinisiasi oleh kelompok-kelompok radikalis Islam. Khusus yang terakhir ini, saya no comment. Teman-teman HMI (khususnya MPO) yang lebih layak meresponnya.
Di sini, kita hanya menganalisa apakah benar HMI telah tiada? Apa yang beliau maksudkan dengan "mati"nya HMI? Apa sebab kematian HMI? Dari tulisan Profesor tersebut, tampak dua faktor yang menyebabkan kematian HMI:
SATU
Perpecahan. HMI dianggap mati sebab HMI terpecah menjadi MPO dan DIPO. Sejak kemunculan MPO, HMI telah tiada, selanjutnya, apa yang disebut HMI hanya rangkaian cerita perpecahan semata. Begitu kira-kira katanya.
Tentu kita heran. Bagaimana bisa perpecahan melahirkan kematian atau ketiadaan. Perpecahan itu melahirkan keragaman, dan terlahir dari perbedaan pandangan tanpa kemufakatan. Jadi, perpecahan itu bukan meniada, tapi mengganda.
Yah, perpecahan bisa meniadakan, bila pecahan-pecahan tersebut bersepakat melepaskan atribut yang sama. Dimana, setiap pecahan mengenakan atribut yang sepenuhnya berbeda dengan pecahan lainnya. Faktanya, perpecahan HMI tidak demikian.
Perpecahan HMI adalah perpecahan yang menghidupkan, bukan mematikan. Dengan terpecah, HMI mengganda. Yang mengganda bukan hanya kantornya, tapi juga gagasan dan tindakannya, juga ideopolstrataknya.
Keduanya tetap hidup dan akan terus hidup atas nama HMI. Bahkan, dalam agenda tertentu, keduanya kerap bergandengan tangan. Tentu, ada seupil kader HMI yang menganggap HMI lain (juga organisasi ekstra lain) sebagai musuh. Tapi, yah mereka hanya upil, bukan neraca.
Bayangkan, jika perpecahan dianggap sebagai kematian, maka apa yang harus dikatakan pada Islam
07/23/2021
Open recrutmen
HMI CABANG KENDARI
SCREANING 26-28 JULI 2021