Nasihat Sahabat

Nasihat Sahabat

Share

Memberikan pencerahan kepada sahabat-sahabat dengan ajaran Islam yang sesuai dengan pemahaman Nabi ﷺ

NasihatSahabat.com adalah website yang berisi kumpulan nasihat Agama Islam yang diambil dari berbagai sumber, yang sesuai dengan pemahaman Nabi ﷺ dan para sahabat radhiallahu 'anhum.

06/23/2026

𝓑𝓲𝓼𝓶𝓲𝓵𝓵𝓪𝓱𝓲𝓻𝓻𝓪𝓱𝓶𝓪𝓷𝓲𝓻𝓻𝓪𝓱𝓲𝓲𝓶

ADAKAH TUNTUNAN LEBARAN ANAK YATIM?

Mengkhususkan waktu untuk menyantuni anak yatim harus butuh dalil. Karena kita diperintahkan menyantuni dan membahagiakan anak yatim setiap saat, bukan hanya pada momen tertentu. Jika ada yang mengkhususkannya pada hari Asyura (10 Muharam), maka datangkanlah dalilnya. Jika tidak ada, maka ia telah membuat amalan yang mengada-ada, alias bid’ah. Ibnu Taimiyah rahimahullah mengatakan:

شَرْعُ اللَّهِ وَرَسُولِهِ لِلْعَمَلِ بِوَصْفِ الْعُمُومِ وَالْإِطْلَاقِ لَا يَقْتَضِي أَنْ يَكُونَ مَشْرُوعًا بِوَصْفِ الْخُصُوصِ وَالتَّقْيِيدِ

“Jika Allah dan Rasul-Nya menetapkan suatu amalan dengan maksud umum dan mutlak, maka itu tidak menunjukkan mesti dikhususkan dengan cara dan aturan tertentu.” (Majmu’ Al Fatawa, 20: 196).

Ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajak untuk menyantuni anak yatim secara mutlak, maka jangan dikhususkan pada momen tertentu seperti pada hari Asyura.

Adapun dalil yang membicarakan masalah ini adalah hadis yang bermasalah. Hadisnya adalah:

من مسح يده على رأس يتيم يوم عاشوراء رفع الله تعالى بكل شعرة درجة

“Siapa yang mengusapkan tangannya pada kepala anak yatim, di hari Asyuro’ (tgl 10 Muharam), maka Allah akan mengangkat derajatnya, dengan setiap helai rambut yang diusap satu derajat.“

Dalam jalur sanad hadis ini terdapat seorang perawi yang bernama Habib bin Abi Habib. Para ulama hadis menyatakan bahwa perawi ini matruk (ditinggalkan). Sehingga mengkhususkan menyantuni dan mengasihi anak yatim pada hari Asyura dengan dalil ini tidaklah tepat.

Bahagiakanlah anak yatim setiap saat, tidak perlu mengkhususkan waktu tertentu. Senangkan dan hilangkan kesusahan mereka agar mendapat keutamaan dekat dengan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam di Surga kelak.

06/22/2026

𝓑𝓲𝓼𝓶𝓲𝓵𝓵𝓪𝓱𝓲𝓻𝓻𝓪𝓱𝓶𝓪𝓷𝓲𝓻𝓻𝓪𝓱𝓲𝓲𝓶

JANGAN LUPA PUASA TASUA DAN ASYURA

Jadwal Puasa Sunnah Di Bulan Muharam 2026

⭆ Puasa Tasua
Rabu, 9 Muharam 1448 H : 24 Juni 2026
- Puasa Tasua

⭆ Puasa Asyura
Kamis, 10 Muharam 1448 H : 25 Juni 2026
- Puasa Asyura + Puasa Kamis

⭆ Puasa Ayyamul Bidh
Ahad, 13 Muharam 1448H : 28 Juni 2026
- Puasa Ayyamul Bidh

Senin, 14 Muharam 1448 H : 29 Juni 2026
- Puasa Ayyamul Bidh + Puasa Senin

Selasa, 15 Muharam 1448 H : 30 Juni 2026
- Puasa Ayyamul Bidh

06/22/2026
06/21/2026

𝓑𝓲𝓼𝓶𝓲𝓵𝓵𝓪𝓱𝓲𝓻𝓻𝓪𝓱𝓶𝓪𝓷𝓲𝓻𝓻𝓪𝓱𝓲𝓲𝓶

Hari kiamat adalah rentetan berbagai peristiwa dahsyat yang mengerikan. Membuat bulu kuduk merinding. Membayangkannya bisa menjadi motivasi untuk lebih giat beramal, sekaligus mencegah untuk tenggelam dalam kubangan dosa.

Di antara peristiwa mencengangkan yang terjadi saat itu adalah kesaksian bumi. Benda-benda yang tak pernah terbayangkan akan berbicara, ternyata bisa berbicara. Tanah, batu, pohon dan lain sebagainya. Mereka akan melaporkan aktivitas manusia—yang baik maupun yang buruk—yang mereka ‘saksikan’ semasa hidup manusia di muka bumi.

Allah ta’ala berfirman:

“يَوْمَئِذٍ تُحَدِّثُ أَخْبَارَهَا”

Artinya: “Pada hari itu bumi menyampaikan beritanya”. [QS. Az-Zalzalah (99): 4]

Ayat di atas menjelaskan bahwa bumi akan menyampaikan beritanya. Apa maksud dari berita tersebut? Ada beberapa penafsiran yang dikemukakan oleh para ahli tafsir. Mayoritas ulama mengatakan bahwa maksudnya adalah bumi akan menceritakan perbuatan baik ataupun buruk para hamba yang mereka lakukan di atasnya.

Penafsiran ini dilandaskan—antara lain—pada hadis sahih berikut:

Abdullah bin Abdurrahman bin Abi Sha’sha’ah bercerita bahwa suatu hari Abu Sa’id al-Khudriy radhiyallahu ’anhu berkata padanya, “Aku melihatmu menyukai kambing dan gurun. Apabila engkau sedang menggembalakan kambingmu di gurun lalu datang waktu salat, maka angkatlah suaramu saat azan. Sesungguhnya siapa pun yang mendengar suara muadzin, entah itu jin, manusia atau apapun juga, pasti ia akan bersaksi pada hari Kiamat”. Abu Sa’id melanjutkan, “Aku mendengarkan hadis ini langsung dari Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam”. HR. Bukhari.

Ada juga hadis lain yang lebih gamblang menjelaskan hal tersebut, walaupun hadis ini masih diperselisihkan kesahihannya oleh para ulama. Yaitu hadits Abu Hurairah radhiyallahu ’anhu yang berbunyi:

“Suatu hari Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam membaca ayat “Pada hari itu bumi menyampaikan berita-beritanya”. (QS. Az-Zalzalah/99: 4). Beliau bertanya, “Tahukah kalian apa berita-berita tersebut?”. Para sahabat menjawab, “Allah dan Rasul-Nya yang lebih mengetahui”. Beliau bersabda, “Maksud dari berita-berita itu adalah kesaksian bumi tentang perbuatan para hamba yang mereka lakukan di atasnya. Bumi berkata, “Si Fulan berbuat anu dan itu di hari anu dan itu”. Itulah maksud dari berita-berita tersebut”. (HR. Tirmidziy. Ibn Hibban, al-Hakim dan adz-Dzahabiy menilai hadis ini sahih, namun al-Albaniy menyatakan hadis ini dhaif).

Dikisahkan bahwa warga Bani Salamah tinggal di perkampungan yang cukup jauh dari Masjid Nabawi. Mereka berkeinginan untuk pindah ke wilayah yang dekat dengan masjid. Saat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mendengar kabar tersebut, beliau bersabda, “Wahai Bani Salamah, tetap tinggallah di perkampungan kalian. Jejak-jejak kaki kalian saat berangkat ke masjid akan dicatat sebagai pahala”. Mereka pun tidak jadi pindah. (HR. Muslim).

Seluruh penjelasan di atas seharusnya memotivasi kita untuk konsisten beramal saleh, sekalipun tidak ada manusia yang melihat. Sebab Allah pasti mengetahuinya dan kelak bumi juga akan bersaksi tentang kebaikan itu. Sebaliknya berhati-hatilah dari perbuatan maksiat, sekalipun tidak ada manusia yang melihat. Sebab Allah pasti mengetahuinya dan bumi juga kelak akan melaporkan keburukan itu.

Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, Jum’at, 27 R. Tsani 1443 / 3 Desember 2021

06/21/2026

𝓑𝓲𝓼𝓶𝓲𝓵𝓵𝓪𝓱𝓲𝓻𝓻𝓪𝓱𝓶𝓪𝓷𝓲𝓻𝓻𝓪𝓱𝓲𝓲𝓶

BACALAH SURAT AL KAAFIRUUN SEBELUM TIDUR

Abdullah bin Abbas rodhiyallahu 'anhumaa menyebutkan dalam Tafsir Surat Al-Kafiruun:

«لیس في القرآن أشد غیظاً لأبلیس لأنھا توحید و bراءة من الشرك.»

"Tidak ada sesuatu pun di dalam Alquran yang membuat Iblis lebih marah (daripada surat ini), karena (surat ini) adalah Tauhid dan bentuk berlepas diri sepenuhnya dari Syirik.” [Tafsir Al-Qurtubi 20/199]

ref : https://bbg-alilmu.com/archives/74503

Photos from Nasihat Sahabat's post 06/19/2026

𝓑𝓲𝓼𝓶𝓲𝓵𝓵𝓪𝓱𝓲𝓻𝓻𝓪𝓱𝓶𝓪𝓷𝓲𝓻𝓻𝓪𝓱𝓲𝓲𝓶

BANTAHAN ILMIAH UNTUK MAHASISWA YANG MENCACI MAKI KEPALA NEGARA

oleh: Ahmad Zainuddin Al-Banjary

06/19/2026

Imam Ahmad mengatakan bahwa jika awal bulan Muharram tidak jelas maka sebaiknya berpuasa tiga hari: (tanggal 9, 10, dan 11 Muharram).
Beliau mempraktikkan hal itu agar lebih yakin untuk mendapatkan puasa tanggal 9 dan 10. (Al-Mughni, 3/174)

Photos from Nasihat Sahabat's post 06/19/2026

𝓑𝓲𝓼𝓶𝓲𝓵𝓵𝓪𝓱𝓲𝓻𝓻𝓪𝓱𝓶𝓪𝓷𝓲𝓻𝓻𝓪𝓱𝓲𝓲𝓶

CAKUPAN PUJIAN DAN HUKMAH ALLAH

Seorang Mukmin memandang seluruh takdir Allah dengan kacamata yang berbeda.

• Nikmat membutuhkan syukur.
• Musibah membutuhkan sabar.
• Ketaatan membutuhkan pengakuan bahwa itu adalah taufik dari Allah.
• Dan kemaksiatan membutuhkan tobat, istighfar, serta kembali kepada-Nya.

Karena itu, Ibnul Qayyim رحمه الله menjelaskan, bahwa:

• Kebaikan dan nikmat apabila disertai syukur, menjadi nikmat yang sempurna.

• Ujian dan musibah apabila disertai kesabaran, juga menjadi nikmat.

• Bahkan seorang hamba yang terjatuh dalam dosa lalu Allah memberinya taufik untuk bertobat dengan tulus, merendahkan diri, dan kembali kepada-Nya, akan memperoleh berbagai buah kebaikan yang dicintai Allah.

• Bukan karena dosa itu baik. Dosa tetap sesuatu yang dibenci dan dimurkai Allah. Namun Allah mencintai tobat, istighfar, inabah, kerendahan hati, dan ketundukan yang lahir setelahnya.

• Maka seorang Mukmin tidak hanya melihat peristiwa yang terjadi, tetapi juga melihat bagaimana ia merespons peristiwa tersebut. Sebab sering kali nilai suatu keadaan di sisi Allah ditentukan oleh ibadah hati yang muncul karenanya.

"Sungguh menakjubkan urusan seorang Mukmin. Seluruh urusannya adalah kebaikan baginya.”

06/19/2026

𝓑𝓲𝓼𝓶𝓲𝓵𝓵𝓪𝓱𝓲𝓻𝓻𝓪𝓱𝓶𝓪𝓷𝓲𝓻𝓻𝓪𝓱𝓲𝓲𝓶

BERHIJABLAH DUHAI PARA WANITA

Jika seorang wanita diperintahkan untuk tertutup di hadapan Robb-nya pada saat ia salat, sedangkan tidak ada seorang pun di sisinya, lantas bagaimana mungkin engkau mengenakan pakaian tak senonoh di hadapan manusia?

Jagalah kehormatan dirimu (berhijablah).
Kematian itu tidak menunggu keistiqamahan siapa pun.

Want your school to be the top-listed School/college in Whistler?

Click here to claim your Sponsored Listing.

Location

Category

Telephone

Address


Whistler, BC