08/06/2026
Pernahkah Anda membaca hermeneutika?
Yang model bagaimana?
Penuh optimisme?
Yang bahkan mau menggantikan semua ilmu alat penafsiran?
Atau yang model menolaknya karena dari Barat yang lain peradaban?
Karena khusus untuk Bible hermeneutika diperuntukkan?
Yang memproduksi beragam kekacauan ide dan gagasan?
Tahukah, kawan.
๐ ๐ผ๐ฑ๐ฒ๐น-๐บ๐ผ๐ฑ๐ฒ๐น ๐ถ๐๐ ๐๐ฎ๐น๐ฎ๐ต ๐๐ฒ๐บ๐๐ฎ.
Hermeneutika jauh dari kengacoan di atas, sesungguhnya.
Dialah ๐๐ญ-๐๐ฐ๐ฅ๐ฉ๐ฐ๐บ๐ข atau ๐๐ญ-'๐๐ฃ๐ข๐ณ๐ฐ๐ฉ di kitab-kitab manthiq mana saja.
Satu rukun penting bagi ilmu logika.
Yang tanpanya qiyas tidak berdaya.
Sayang kini sering mewujud dalam versi reduksionisnya.
Yang merasuki orang-orang optimis dan pesimis di atas, keduanya.
Tak ada dari mereka yang lengkap membahas hermeneutika.
Padahal dia benar-benar ilmu mapan.
Yang punya ๐ฎ๐ข๐ฃ๐ข๐ฅ๐ช', ๐ฎ๐ข๐ถ๐ฅ๐ฉ๐ถ', dan ๐ฎ๐ข๐ด๐ข๐ช๐ญ kekhasannya.
๐๐ฆ๐ณ๐ฎ๐ช๐ฏ๐ฐ๐ญ๐ฐ๐จ๐ช dan ๐ฎ๐ถ๐ด๐ข๐ญ๐ญ๐ข๐ฎ๐ข๐ต masuk ๐ฎ๐ข๐ฃ๐ข๐ฅ๐ช'.
Objek bahasan masuk ๐ฎ๐ข๐ถ๐ฅ๐ฉ๐ถ'.
Semua proposisi yang hendak dibuktikan predikat esensialnya masuk ๐ฎ๐ข๐ด๐ข๐ช๐ญ.
Dijabarkan semuanya di kitab-kitab ulama.
Bahas semua jangan tertinggal walau satu saja.
Begitu kalau mau selengkap-lengkapnya, tanpa kurang tanpa goyah.
Sedang mereka di atas berhenti di spot-spot populer hanya:
Menyamakan-menafikan persamaan teks Wahyu dengan teks manusia.
Hal-hal ghaib ditiadakan saja.
Yang meyakinkan hanyalah inderawi semata.
Menerima teks Wahyu tanpa butuh paham konteks sejarahnya.
Agama tidak butuh metode rasional di luar dirinya.
Hanyalah bias dan tidak netral dari peradaban luar.
Kenyataan menyemburkan variasi personifikasinya terusan tanpa lelah.
Harus diserap semua kalau bisa,
tanpanya kenyataan bukanlah kenyataan.
Hingga ๐ฎ๐ข๐ฉ๐ช๐บ๐บ๐ข๐ฉ yang asal dan stabil tentu tidak ada.
Dan model-model lain seterusnya.
Hanya itu dan berputar pusing di sana-sana saja.
๐ช๐ฎ๐ท๐ฎ๐ฟ ๐๐ฒ๐ธ๐ฎ๐น๐ถ ๐๐ฒ๐ฟ๐น๐ถ๐ต๐ฎ๐ ๐ท๐ฒ๐น๐ฎ๐ ๐บ๐ฒ๐ฟ๐ฒ๐ธ๐ฎ ๐๐ฎ๐น๐ฎ๐ต ๐๐ฒ๐บ๐๐ฎ.
Padahal saat lengkap semuanya, hermeneutika mewujud nyata.
Bebas digunakan menafsirkan segalanya.
Bersama ilmu-ilmu lain sesuai esensi objek, tentu saja.
๐ ๐ฒ๐บ๐ฎ๐ต๐ฎ๐บ๐ถ ๐ธ๐ฒ๐ป๐๐ฎ๐๐ฎ๐ฎ๐ป, ๐๐ฒ๐ฟ๐บ๐ฎ๐๐๐ธ ๐๐น-๐ค๐๐ฟ๐ฎ๐ป, ๐บ๐ฒ๐บ๐ฎ๐ป๐ด ๐ฏ๐๐๐๐ต ๐ถ๐น๐บ๐-๐ถ๐น๐บ๐ ๐ธ๐ฒ๐ฟ๐ผ๐๐ผ๐ธ๐ฎ๐ป.
30/05/2026
Kamu tahu Zaid pintar dan kamu ungkapkan "Zaid pintar" -- lalu terbukti benar.
Itulah kerja yang Aristoteles sebut sebagai ๐ฉ๐ฆ๐ณ๐ฎ๐ฆฬ๐ฏ๐ฆ๐ถ๐ฆ๐ช๐ฏ -- menafsirkan. Ya, memahami kenyataan ๐ด๐ข๐ฎ๐ข ๐ฅ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ menafsirkan.
Ungkapan atas pengetahuan itu dalam bentuk ๐ฎ๐ข๐ถ๐ฅ๐ฉ๐ถ' (subjek) dan ๐ฎ๐ข๐ฉ๐ฎ๐ถ๐ญ (predikat) adalah ekspresi -- yang disebut Al-Farobiy sebagai ๐ข๐ญ-'๐ช๐ฃ๐ข๐ณ๐ฐ๐ฉ.
Berhubung mengandung keputusan dan hukum, Ibn Sina sebut dalam ๐๐ญ-๐๐ด๐บ๐ข๐ณ๐ฐ๐ต ๐ธ๐ข ๐๐ต-๐๐ข๐ฏ๐ฃ๐ช๐ฉ๐ข๐ต sebagai ๐ข๐ญ-๐ฒ๐ฐ๐ฅ๐ฉ๐ช๐บ๐บ๐ข๐ฉ.
Inilah satu poin penting dalam pertemuan ke-81 ๐๐จ๐ข๐ซ๐ช ๐๐ข๐ด๐บ๐ช๐บ๐ข๐ฉ ๐๐ญ-'๐๐ต๐ฉ๐ต๐ฉ๐ฐ๐ณ '๐ข๐ญ๐ข ๐๐ถ๐ญ๐ญ๐ข๐ฎ ๐๐ญ-๐๐ฌ๐ฉ๐ฅ๐ฉ๐ฐ๐ณ๐ช๐บ bersama ๐ง๐ต๐ฒ ๐ฃ๐ต๐ผ๐ฒ๐ป๐ถ๐
๐ณ๐ผ๐ฟ ๐๐ผ๐ด๐ถ๐ฐ.
"๐๐ข๐ข๐ต ๐ฌ๐ช๐ต๐ข ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ฌ๐ฆ๐ด๐ช๐ฎ๐ฑ๐ถ๐ญ๐ข๐ฏ '๐ก๐ข๐ช๐ฅ ๐ฑ๐ช๐ฏ๐ต๐ข๐ณ' ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐ฃ๐ฆ๐ฏ๐ข๐ณ-๐ฃ๐ฆ๐ฏ๐ข๐ณ '๐ก๐ข๐ช๐ฅ ๐ฑ๐ช๐ฏ๐ต๐ข๐ณ' ๐ฃ๐ช๐ด๐ข ๐ฌ๐ช๐ต๐ข ๐ฌ๐ฐ๐ฏ๐ง๐ช๐ณ๐ฎ๐ข๐ด๐ช, ๐ฃ๐ช๐ด๐ข ๐ฌ๐ช๐ต๐ข ๐ท๐ฆ๐ณ๐ช๐ง๐ช๐ฌ๐ข๐ด๐ช -- ๐ช๐ต๐ถ๐ญ๐ข๐ฉ ๐ฅ๐ข๐ญ๐ข๐ฎ ๐ต๐ฆ๐ณ๐ฎ๐ช๐ฏ๐ฐ๐ญ๐ฐ๐จ๐ช ๐๐ณ๐ช๐ด๐ต๐ฐ๐ต๐ฆ๐ญ๐ฆ๐ด: ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ข๐ฉ๐ข๐ฎ๐ช ๐ฌ๐ฆ๐ฏ๐บ๐ข๐ต๐ข๐ข๐ฏ ๐ด๐ข๐ฎ๐ข ๐ฅ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ข๐ง๐ด๐ช๐ณ๐ฌ๐ข๐ฏ/๐ฉ๐ฆ๐ณ๐ฎ๐ฆฬ๐ฏ๐ฆ๐ถ๐ฆ๐ช๐ฏ/๐ต๐ฐ ๐ช๐ฏ๐ต๐ฆ๐ณ๐ฑ๐ณ๐ฆ๐ต."
-- M. Nova Burhanuddin
Founder of The Phoenix for Logic
BelajarLogika Aristoteles IbnuSina KajianIlmiah LogikaKlasik
29/05/2026
Yang pertama dilihat bayi mamanya,
meski dia bukanlah segalanya.
Kita musti paham bedanya ๐ข๐ธ๐ข๐ญ dengan ๐ข๐ด๐ข๐ญ.๐ฑ
Ilmu ikut kenyataan mendalam,
bukan sekedar pertama dikenal.
๐ Pertemuan ke-79 | Ngaji Hasyiyah Al-'Aththฤr 'alฤ Sullam Al-Akhdharฤซ
โ๏ธ M. Nova Burhanuddin | Founder of The Phoenix for Logic
epistemologi
28/05/2026
Heran nian!
Setiap orang punya sudut pandang.
Segalanya seolah dinegosiasikan.
Tapi ilmu bukan.
Matematika tidak peduli.
Logika tak sudi.
Hakikat apalagi.
Beginilah manthiq sejak dulu, Sayang.
๐ Pertemuan ke-79 | Ngaji Hasyiyah Al-'Aththฤr 'alฤ Sullam Al-Akhdharฤซ
โ๏ธ M. Nova Burhanuddin | Founder of The Phoenix for Logic
27/05/2026
Sahabat-sahabat yang saya cintai karena Allah โ
Hari ini kita berdiri di salah satu puncak ibadah dalam kalender Islam. Tanggal 10 Dzulhijjah. Hari di mana gema takbir memenuhi langit, dan jutaan insan merayakan satu nilai yang paling mendasar dalam spiritualitas Nabi Ibrahim: ๐ธ๐ฒ๐ฟ๐ฒ๐น๐ฎ๐ฎ๐ป ๐๐ป๐๐๐ธ ๐บ๐ฒ๐ป๐๐ฒ๐ฟ๐ฎ๐ต๐ธ๐ฎ๐ป ๐๐ฎ๐ป๐ด ๐ฝ๐ฎ๐น๐ถ๐ป๐ด ๐ฑ๐ถ๐ฐ๐ถ๐ป๐๐ฎ๐ถ ๐ฑ๐ฒ๐บ๐ถ ๐ฟ๐ถ๐ฑ๐ต๐ฎ ๐ฌ๐ฎ๐ป๐ด ๐ ๐ฎ๐ต๐ฎ ๐ ๐ฒ๐ป๐ฐ๐ถ๐ป๐๐ฎ๐ถ.
Qurban bukan sekadar ritual penyembelihan. Dalam tradisi pemikiran Islam, ia adalah ๐ด๐บ๐ช๐ข๐ณ โ tanda yang berbicara. Dan yang ia bicarakan adalah: bahwa manusia bisa melampaui dirinya sendiri. Bahwa nafsu bisa dikalahkan. Bahwa cinta kepada Allah bisa lebih besar dari cinta kepada apa pun.
Semoga Idul Adha tahun ini bukan hanya kita rayakan dengan takbir di lisan, tapi juga dengan ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ถ๐ฃ๐ข๐ฉ๐ข๐ฏ ๐ฏ๐บ๐ข๐ต๐ข ๐ฅ๐ช ๐ฅ๐ข๐ญ๐ข๐ฎ ๐ฉ๐ข๐ต๐ช โ keikhlasan yang bertumbuh, hubungan yang semakin erat, dan manfaat yang semakin luas bagi sesama.
๐๐ข๐ฒ๐ข๐ฃ๐ฃ๐ข๐ญ๐ข๐ญ๐ญ๐ขฬ๐ฉ๐ถ ๐ฎ๐ช๐ฏ๐ฏ๐ขฬ ๐ธ๐ข ๐ฎ๐ช๐ฏ๐ฌ๐ถ๐ฎ ๐ด๐ฉ๐ขฬ๐ญ๐ช๐ฉฬฃ ๐ข๐ญ-๐ข'๐ฎ๐ขฬ๐ญ. ๐๐ข๐ฒ๐ข๐ฃ๐ฃ๐ข๐ญ ๐บ๐ขฬ ๐๐ข๐ณ๐ชฬ๐ฎ.
Selamat Hari Raya Idul Adha, 10 Dzulhijjah 1447 H.
Dari kami di The Phoenix for Logic โ platform kajian ilmu manthiq yang mapan tuntas holistik.
26/05/2026
Ada dua cara orang mendekati ilmu:
Yang pertama โ ia datang dengan sudut pandangnya, lalu menyaring ilmu agar cocok dengan dirinya.
Yang kedua โ ia datang dengan pikiran terbuka, lalu membiarkan ilmu itu membentuk dirinya.
Yang pertama belajar untuk mengonfirmasi.
Yang kedua belajar untuk bertumbuh.
Mana yang kita pilih?
๐ Pertemuan ke-79 | Ngaji Hasyiyah Al-'Aththฤr 'alฤ Sullam Al-Akhdharฤซ
โ๏ธ M. Nova Burhanuddin | Founder of The Phoenix for Logic
25/05/2026
Sering kita sibuk mempertanyakan, "Apakah ilmu ini cocok dengan sudut pandang saya?"
Padahal pertanyaan yang lebih tepat adalah: "Apakah saya sudah cukup luas untuk memahami ilmu ini?"
Ilmu itu seperti gunung. Ia tidak bergerak. Yang perlu bergerak adalah kita โ mendaki, bukan menghakimi dari jauh.
๐ Pertemuan ke-79 | Ngaji Hasyiyah Al-'Aththฤr 'alฤ Sullam Al-Akhdharฤซ
โ๏ธ M. Nova Burhanuddin | Founder of The Phoenix for Logic
24/05/2026
๐ง ๐ข๐๐ฎ๐ธ ๐ธ๐ถ๐๐ฎ ๐๐ฒ๐ฟ๐ถ๐ป๐ด ๐บ๐ฒ๐ป๐ถ๐ฝ๐ ๐ธ๐ถ๐๐ฎ ๐ฑ๐ฒ๐ป๐ด๐ฎ๐ป "๐ด๐ฎ๐ฏ๐๐ป๐ด๐ฎ๐ป ๐ฝ๐ฎ๐น๐๐"
Coba bayangkan:
Kamu lagi duduk santai. Di sebelahmu ada sebotol air.
Kamu dan botol itu... ada dalam satu ruangan. Tapi apakah kamu dan botol itu punya hubungan yang nyata? Apakah keduanya saling membutuhkan satu sama lain?
๐ง๐ถ๐ฑ๐ฎ๐ธ.
Tapi kalau kamu menyebutnya "๐ฌ๐ถ๐ฎ๐ฑ๐ถ๐ญ๐ข๐ฏ ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐ฃ๐ฐ๐ต๐ฐ๐ญ" โ seolah-olah gabungan itu jadi sesuatu yang nyata. Padahal itu hanya konstruksi akalmu semata.
Inilah yang dalam ilmu manthiq disebut ๐ฎ๐บ๐ฟ๐๐ป ๐ถ'๐๐ถ๐ฏ๐ฎ๐ฟ๐ถ๐ โ sesuatu yang keberadaannya hanya ada di akal, bukan di realitas.
"๐๐ข๐ฎ๐ถ ๐ฅ๐ถ๐ฅ๐ถ๐ฌ, ๐ฅ๐ช ๐ด๐ฆ๐ฃ๐ฆ๐ญ๐ข๐ฉ๐ฎ๐ถ ๐ข๐ฅ๐ข ๐ฃ๐ฐ๐ต๐ฐ๐ญ. ๐๐ข๐ฎ๐ถ ๐ด๐ข๐ฎ๐ข ๐ฃ๐ฐ๐ต๐ฐ๐ญ ๐ช๐ต๐ถ ๐ฆ๐ฏ๐จ๐จ๐ข๐ฌ ๐ด๐ข๐ญ๐ช๐ฏ๐จ ๐ฃ๐ถ๐ต๐ถ๐ฉ. ๐๐ข๐ญ๐ข๐ถ ๐ฅ๐ช๐จ๐ข๐ฃ๐ถ๐ฏ๐จ๐ฌ๐ข๐ฏ, '๐ฌ๐ถ๐ฎ๐ฑ๐ถ๐ญ๐ข๐ฏ ๐ฌ๐ข๐ฎ๐ถ ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐ฃ๐ฐ๐ต๐ฐ๐ญ' ๐ช๐ต๐ถ ๐ฃ๐ถ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ณ๐ฆ๐ข๐ญ๐ช๐ต๐ข๐ด โ ๐ช๐ต๐ถ ๐ค๐ถ๐ฎ๐ข ๐ฃ๐ถ๐ข๐ต๐ข๐ฏ ๐ข๐ฌ๐ข๐ญ. ๐๐ต๐ถ๐ญ๐ข๐ฉ ๐ข๐ฎ๐ณ๐ถ๐ฏ ๐ช'๐ต๐ช๐ฃ๐ข๐ณ๐ช๐บ."
โ M. Nova Burhanuddin, Founder The Phoenix for Logic
Konsep ini dibahas dalam ๐ก๐ด๐ฎ๐ท๐ถ ๐๐น-๐ ๐ถ๐ฟ๐พ๐ผ๐ต ๐ณ๐ถ '๐๐น๐บ๐ถ๐น ๐ ๐ฎ๐ป๐๐ต๐ถ๐พ, ๐๐ฑ๐ถ๐๐ถ ๐๐ โ ๐ฃ๐ฒ๐ฟ๐๐ฒ๐บ๐๐ฎ๐ป ๐ธ๐ฒ-๐ฎ.
Pertanyaan buat kita semua:
Apakah argumen-argumen yang sering kita buat selama ini benar-benar merefleksikan realitas? Atau jangan-jangan... itu hanya "botol di sebelah kita" yang kita anggap satu paket? ๐ญ
20/02/2026
๐ฃ๐ฒ๐ฟ๐๐ฒ๐บ๐๐ฎ๐ป ๐ธ๐ฒ-๐ณ๐ณ
๐๐ฎ๐๐ฎ๐น tentang ๐๐น-๐ ๐'๐ฎ๐ฟ๐ฟ๐ถ๐ณ๐ฎ๐ (๐๐ฒ๐ณ๐ถ๐ป๐ถ๐๐ถ-๐๐ฒ๐ณ๐ถ๐ป๐ถ๐๐ถ)
โข ๐๐๐ฎ๐ฟ๐ฎ๐-๐๐๐ฎ๐ฟ๐ฎ๐ ๐๐ฎ'๐ฟ๐ถ๐ณ:
โ ๐บ๐ฒ๐ป๐ด๐ฒ๐๐ฎ๐ต๐๐ถ ๐บ๐'๐ฎ๐ฟ๐ฟ๐ถ๐ณ ๐๐ถ๐ฑ๐ฎ๐ธ ๐๐ฒ๐ฟ๐ด๐ฎ๐ป๐๐๐ป๐ด ๐ฎ๐๐ฎ๐ ๐บ๐ฒ๐ป๐ด๐ฒ๐๐ฎ๐ต๐๐ถ ๐บ๐'๐ฎ๐ฟ๐ฟ๐ผ๐ณ
โ ๐๐ถ๐ฑ๐ฎ๐ธ ๐บ๐ฒ๐ป๐ด๐ฎ๐ป๐ฑ๐๐ป๐ด ๐บ๐๐๐๐๐ฎ๐ฟ๐ผ๐ธ ๐น๐ฎ๐ณ๐๐ต๐ถ๐ ๐๐ฎ๐ป๐ด ๐๐ฒ๐ฝ๐ถ ๐ฑ๐ฎ๐ฟ๐ถ ๐พ๐ผ๐ฟ๐ถ๐ป๐ฎ๐ต yang menentukan murod
โ tidak mengandung hukum
โ persoalan masuknya "atau" dalam ta'rif.
๐๐ฎ๐บ๐ถ akan:
โข ๐ท๐ฒ๐น๐ฎ๐๐ธ๐ฎ๐ป ๐น๐ฒ๐ฏ๐ถ๐ต ๐บ๐๐ฑ๐ฎ๐ต
โข pertegas pengaruh ๐๐ถ๐๐ถ ๐ณ๐ผ๐ฟ๐บ๐ถ๐น ๐ฑ๐ฎ๐ป ๐๐ถ๐๐ถ ๐บ๐ฎ๐๐ฒ๐ฟ๐ถ๐ถ๐น terhadap pembahasan syarat-syarat ta'rif
โข tunjukkan
bagaimana ๐๐ฏ๐ป ๐ง๐ฎ๐ถ๐บ๐ถ๐๐๐ฎ๐ต ๐บ๐ฒ๐ป๐ด๐ฎ๐ฐ๐๐ต๐ธ๐ฎ๐ป syarat-syarat ta'rif
๐๐ฒ๐๐ฒ๐น๐ฎ๐ต ๐บ๐ฒ๐ป๐ด๐ฎ๐ฐ๐ฎ๐๐ธ๐ฎ๐ป ๐ฏ๐ฒ๐ฑ๐ฎ ๐๐ฎ'๐ฟ๐ถ๐ณ '๐ถ๐น๐บ๐ถ๐--yang menghasilkan ilmu baru--
๐ฑ๐ฒ๐ป๐ด๐ฎ๐ป ๐๐ฎ'๐ฟ๐ถ๐ณ ๐ด๐ต๐ผ๐ถ๐ฟ๐ '๐ถ๐น๐บ๐ถ๐--yang tidak menghasilkan ilmu baru
โข tunjukkan
bagaimana ๐ธ๐ฒ๐๐ถ๐บ๐ฝ๐๐น๐ฎ๐ป ๐ธ๐ฎ๐ฐ๐ฎ๐ Ibn Taimiyyah soal ta'rif (lalu qiyas)
digunakan sebagai ๐ฎ๐น๐ฎ๐ ๐ฒ๐ฝ๐ถ๐๐๐ฒ๐บ๐ผ๐น๐ผ๐ด๐ถ๐
๐๐ป๐๐๐ธ ๐บ๐ฒ๐ป๐ฒ๐๐ฎ๐ฝ๐ธ๐ฎ๐ป ๐๐ผ๐ณ๐ถ๐๐บ๐ฒ ๐ฑ๐ฎ๐ป ๐บ๐ฎ๐๐ฒ๐ฟ๐ถ๐ฎ๐น๐ถ๐๐บ๐ฒ ๐ฑ๐ถ ๐๐ฒ๐บ๐๐ฎ ๐ฏ๐ถ๐ฑ๐ฎ๐ป๐ด ๐ถ๐น๐บ๐:
aqidah, kalam, balaghoh, ushul fiqih, penafsiran Al-Quran dan Hadits, sejarah, dst
โข tunjukkan
๐ฐ๐ฎ๐ฟ๐ฎ ๐บ๐ฒ๐บ๐ฎ๐ธ๐ฎ๐ถ pengertian ta'rif yang benar
๐๐ป๐๐๐ธ ๐บ๐ฒ๐บ๐ฏ๐ฎ๐ฐ๐ฎ ๐ฝ๐ฟ๐ฒ๐๐ถ๐๐ถ ๐๐ฒ๐ธ๐-๐๐ฒ๐ธ๐ ๐ถ๐น๐บ๐ ๐๐ฎ๐ป๐ด ๐ฑ๐ถ๐ฎ๐ป๐ด๐ด๐ฎ๐ฝ ๐ท๐ฎ๐๐ต ๐ฑ๐ฎ๐ฟ๐ถ ๐น๐ผ๐ด๐ถ๐ธ๐ฎ:
๐๐ฎ๐๐๐ฟ๐ฎ
--dengan contoh kecil praktek atas teks-teks
๐ผ๐ก-๐๐ช'๐๐ก๐ก๐๐ฆ๐ค๐ฉ ๐ผ๐๐ฏ-๐ฟ๐ฏ๐๐๐๐๐๐ฎ๐ฎ๐๐ฉ
dan ๐๐๐ฆ๐ค๐ข๐๐ฉ ๐ผ๐ก-๐๐๐ง๐๐ง๐๐ฎ,
๐ผ๐ ๐ช ๐๐ฃ๐ ๐ฝ๐๐ฃ๐๐ฉ๐๐ฃ๐ ๐
๐๐ก๐๐ฃ๐
karya ๐๐ต๐ฎ๐ถ๐ฟ๐ถ๐น ๐๐ป๐๐ฎ๐ฟ--
๐๐ต๐๐ณ๐ถ '๐ฎ๐บ๐ฎ๐น๐ถ๐ ๐ฑ๐ฎ๐ป '๐ถ๐ฟ๐ณ๐ฎ๐ป๐ถ๐
--dengan contoh kecil praktek atas teks-teks
๐๐๐ฎ๐' '๐๐ก๐ช๐ข๐๐๐๐๐ฃ dan ๐๐๐จ๐ฎ๐ ๐๐ฉ๐๐ก ๐ผ๐ฃ๐ฌ๐๐ง
karya ๐๐๐ท๐ท๐ฎ๐๐ถ๐น ๐๐๐น๐ฎ๐บ ๐๐น-๐๐ต๐ผ๐๐ฎ๐น๐ถ,
๐ผ๐ก-๐๐ช๐ฉ๐ช๐๐๐ฉ ๐ผ๐ก-๐๐๐ ๐ ๐๐ฎ๐ฎ๐๐ dan ๐๐ช๐จ๐๐ช๐จ๐ ๐ผ๐ก-๐๐๐ ๐๐ข
karya ๐ ๐๐ต๐๐ถ๐ฑ๐ฑ๐ถ๐ป ๐๐๐-๐ฆ๐๐ฎ๐ถ๐ธ๐ต ๐๐น-๐๐ธ๐ฏ๐ฎ๐ฟ ๐๐ฏ๐ป๐ถ๐น '๐๐ฟ๐ผ๐ฏ๐ถ๐ ๐๐น-๐๐ฎ๐๐ถ๐บ๐ถ๐--
๐ท๐๐ด๐ฎ ๐บ๐ฎ๐๐ฒ๐บ๐ฎ๐๐ถ๐ธ๐ฎ, ๐๐ฎ๐ถ๐ป๐, ๐ฑ๐ฎ๐ป ๐๐ฒ๐ธ๐ป๐ผ๐น๐ผ๐ด๐ถ
--dengan contoh kecil praktek atas teks-teks
๐๐๐ช๐ก๐๐จ๐๐ค๐ฉ๐ช๐ก ๐๐๐จ๐๐ dan ๐๐๐จ๐ฎ๐๐ฎ๐๐๐ฃ๐ฎ๐
karya ๐๐น-'๐๐บ๐ถ๐น๐ถ๐ dan ๐๐น-'๐๐ฑ๐ฎ๐๐ถ๐,
๐๐๐ฎ๐๐๐๐๐ฎ๐ฎ๐๐ฉ ๐ผ๐จ๐ฎ-๐๐ฎ๐๐๐'
karya ๐๐๐-๐ฆ๐๐ฎ๐ถ๐ธ๐ต ๐๐ฟ-๐ฅ๐ผ๐ถ๐ ๐๐ฏ๐ป ๐ฆ๐ถ๐ป๐ฎ,
๐๐๐ ๐๐๐ฉ๐๐๐ข๐๐ฉ๐๐๐๐ก ๐๐ง๐๐ฃ๐๐๐ฅ๐ก๐๐จ ๐ค๐ ๐๐๐ฉ๐ช๐ง๐๐ก ๐๐๐๐ก๐ค๐จ๐ค๐ฅ๐๐ฎ
karya ๐ฆ๐ถ๐ฟ ๐๐๐ฎ๐ฎ๐ฐ ๐ก๐ฒ๐๐๐ผ๐ป,
๐๐๐ ๐๐ฅ๐๐๐๐๐ก ๐๐ฃ๐ ๐๐๐ฃ๐๐ง๐๐ก ๐๐๐ก๐๐ฉ๐๐ซ๐๐ฉ๐ฎ
karya ๐๐น๐ฏ๐ฒ๐ฟ๐ ๐๐ถ๐ป๐๐๐ฒ๐ถ๐ป,
๐ผ๐ง๐ฉ๐๐๐๐๐๐๐ก ๐๐ฃ๐ฉ๐๐ก๐ก๐๐๐๐ฃ๐๐ ๐ผ ๐๐ค๐๐๐ง๐ฃ ๐ผ๐ฅ๐ฅ๐ง๐ค๐๐๐
karya ๐ฆ๐๐๐ฎ๐ฟ๐ ๐. ๐ฅ๐๐๐๐ฒ๐น๐น dan ๐ฃ๐ฒ๐๐ฒ๐ฟ ๐ก๐ผ๐ฟ๐๐ถ๐ด--
โข tunjukkan ๐ฎ๐ฝ๐น๐ถ๐ธ๐ฎ๐๐ถ ๐๐ฎ'๐ฟ๐ถ๐ณ ๐ฑ๐ฎ๐น๐ฎ๐บ ๐ธ๐ฒ๐ต๐ถ๐ฑ๐๐ฝ๐ฎ๐ป ๐๐ฒ๐ต๐ฎ๐ฟ๐ถ-๐ต๐ฎ๐ฟ๐ถ.
๐ก๐๐๐๐
๐๐๐ฆ๐ฌ๐๐ฌ๐๐ ๐๐-'๐๐ง๐๐ง๐๐ข๐ฅ '๐๐๐ ๐ฆ๐จ๐๐๐๐ ๐๐-๐๐๐๐๐๐ข๐ฅ๐๐ฌ ๐๐ '๐๐๐ ๐๐ ๐ ๐๐ก๐ง๐๐๐ค
(๐ง๐ฒ๐ป๐๐ฎ๐ป๐ด ๐๐น๐บ๐ ๐๐ผ๐ด๐ถ๐ธ๐ฎ)
๐๐ฒ๐ฟ๐๐ฎ๐บ๐ฎ M. Nova Burhanuddin
๐ ๐๐๐๐ ๐๐ก๐
๐๐๐บ๐ฎ๐, ๐ฎ๐ฌ ๐๐ฒ๐ฏ๐ฟ๐๐ฎ๐ฟ๐ถ ๐ฎ๐ฌ๐ฎ๐ฒ
๐ฎ๐ฌ:๐ฏ๐ฌ-๐ฎ๐ญ:๐ฏ๐ฌ ๐ช๐๐
๐๐ฎ๐ฑ๐ถ ๐ธ๐ฒ ๐บ๐ฎ๐ป๐ฎ,
๐๐ป๐๐๐ธ ๐ฑ๐ฎ๐บ๐ฎ๐ถ ๐ฑ๐ฎ๐ป ๐ฟ๐ฒ๐ฑ๐ฎ?
๐ก๐ด๐ฎ๐ท๐ถ.
>> ๐๐ป๐ด๐ถ๐ป ๐ฑ๐ถ๐ฏ๐ถ๐บ๐ฏ๐ถ๐ป๐ด ๐บ๐ฎ๐ป๐๐ต๐ถ๐พ ๐ฑ๐ฎ๐ฟ๐ถ ๐ฎ๐น๐ถ๐ณ ๐๐ฎ๐บ๐ฝ๐ฎ๐ถ ๐๐ฎ'?:
https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLScw8XSdOhcwLpr-WGysWJgnbU-steRx6SBoVGrp2Y6E_FTaSQ/viewform?usp=header
>> ๐จ๐ป๐ฑ๐๐ต ๐ธ๐ถ๐๐ฎ๐ฏ๐ป๐๐ฎ ๐ฑ๐ถ ๐๐ถ๐ป๐ถ:
https://1drv.ms/b/c/a5d5da7bb9f5ddb9/EfJDT18xhjFLt0xLzV2NhcYBESw-kjNmFiKWErQutr0M6w
16/02/2026
๐ฃ๐ฒ๐ฟ๐๐ฒ๐บ๐๐ฎ๐ป ๐ธ๐ฒ-๐ณ๐ฒ
๐๐ฎ๐๐ฎ๐น tentang ๐๐น-๐ ๐'๐ฎ๐ฟ๐ฟ๐ถ๐ณ๐ฎ๐ (Definisi-Definisi)
โข ๐๐๐ฎ๐ฟ๐ฎ๐-๐๐๐ฎ๐ฟ๐ฎ๐ ๐๐ฎ'๐ฟ๐ถ๐ณ:
โ harus ๐น๐ฒ๐ฏ๐ถ๐ต ๐ท๐ฒ๐น๐ฎ๐ ๐ฑ๐ฎ๐ฟ๐ถ ๐บ๐'๐ฎ๐ฟ๐ฟ๐ผ๐ณ menurut pendengar
โ ๐๐ถ๐ฑ๐ฎ๐ธ ๐ถ๐ฑ๐ฒ๐ป๐๐ถ๐ธ ๐ฑ๐ฒ๐ป๐ด๐ฎ๐ป ๐บ๐'๐ฎ๐ฟ๐ฟ๐ผ๐ณ dalam samar dan terang
โ ๐๐ถ๐ฑ๐ฎ๐ธ ๐บ๐ฒ๐ป๐ด๐ฎ๐ป๐ฑ๐๐ป๐ด ๐น๐ฎ๐ณ๐ฎ๐ฑ๐ ๐บ๐ฎ๐ท๐ฎ๐๐ถ๐ ๐๐ฎ๐ป๐ด ๐๐ฒ๐ฝ๐ถ ๐ฑ๐ฎ๐ฟ๐ถ ๐พ๐ผ๐ฟ๐ถ๐ป๐ฎ๐ต yang menentukan murod
โ ๐บ๐ฒ๐ป๐ด๐ฒ๐๐ฎ๐ต๐๐ถ ๐บ๐'๐ฎ๐ฟ๐ฟ๐ถ๐ณ ๐๐ถ๐ฑ๐ฎ๐ธ ๐๐ฒ๐ฟ๐ด๐ฎ๐ป๐๐๐ป๐ด ๐ฎ๐๐ฎ๐ ๐บ๐ฒ๐ป๐ด๐ฒ๐๐ฎ๐ต๐๐ถ ๐บ๐'๐ฎ๐ฟ๐ฟ๐ผ๐ณ
โ ๐๐ถ๐ฑ๐ฎ๐ธ ๐บ๐ฒ๐ป๐ด๐ฎ๐ป๐ฑ๐๐ป๐ด ๐บ๐๐๐๐๐ฎ๐ฟ๐ผ๐ธ ๐น๐ฎ๐ณ๐๐ต๐ถ๐ ๐๐ฎ๐ป๐ด ๐๐ฒ๐ฝ๐ถ ๐ฑ๐ฎ๐ฟ๐ถ ๐พ๐ผ๐ฟ๐ถ๐ป๐ฎ๐ต yang menentukan murod.
๐๐ฎ๐บ๐ถ akan:
โข ๐ท๐ฒ๐น๐ฎ๐๐ธ๐ฎ๐ป ๐น๐ฒ๐ฏ๐ถ๐ต ๐บ๐๐ฑ๐ฎ๐ต
โข pertegas pengaruh ๐๐ถ๐๐ถ ๐ณ๐ผ๐ฟ๐บ๐ถ๐น ๐ฑ๐ฎ๐ป ๐๐ถ๐๐ถ ๐บ๐ฎ๐๐ฒ๐ฟ๐ถ๐ถ๐น terhadap pembahasan syarat-syarat ta'rif
โข tunjukkan
bagaimana ๐๐ฏ๐ป ๐ง๐ฎ๐ถ๐บ๐ถ๐๐๐ฎ๐ต ๐บ๐ฒ๐ป๐ด๐ฎ๐ฐ๐๐ต๐ธ๐ฎ๐ป syarat-syarat ta'rif
๐๐ฒ๐๐ฒ๐น๐ฎ๐ต ๐บ๐ฒ๐ป๐ด๐ฎ๐ฐ๐ฎ๐๐ธ๐ฎ๐ป ๐ฏ๐ฒ๐ฑ๐ฎ ๐๐ฎ'๐ฟ๐ถ๐ณ '๐ถ๐น๐บ๐ถ๐--yang menghasilkan ilmu baru--
๐ฑ๐ฒ๐ป๐ด๐ฎ๐ป ๐๐ฎ'๐ฟ๐ถ๐ณ ๐ด๐ต๐ผ๐ถ๐ฟ๐ '๐ถ๐น๐บ๐ถ๐--yang tidak menghasilkan ilmu baru
โข tunjukkan
bagaimana ๐ธ๐ฒ๐๐ถ๐บ๐ฝ๐๐น๐ฎ๐ป ๐ธ๐ฎ๐ฐ๐ฎ๐ Ibn Taimiyyah soal ta'rif (lalu qiyas)
digunakan sebagai ๐ฎ๐น๐ฎ๐ ๐ฒ๐ฝ๐ถ๐๐๐ฒ๐บ๐ผ๐น๐ผ๐ด๐ถ๐
๐๐ป๐๐๐ธ ๐บ๐ฒ๐ป๐ฒ๐๐ฎ๐ฝ๐ธ๐ฎ๐ป ๐๐ผ๐ณ๐ถ๐๐บ๐ฒ ๐ฑ๐ฎ๐ป ๐บ๐ฎ๐๐ฒ๐ฟ๐ถ๐ฎ๐น๐ถ๐๐บ๐ฒ ๐ฑ๐ถ ๐๐ฒ๐บ๐๐ฎ ๐ฏ๐ถ๐ฑ๐ฎ๐ป๐ด ๐ถ๐น๐บ๐:
aqidah, kalam, balaghoh, ushul fiqih, penafsiran Al-Quran dan Hadits, sejarah, dst
โข tunjukkan
๐ฐ๐ฎ๐ฟ๐ฎ ๐บ๐ฒ๐บ๐ฎ๐ธ๐ฎ๐ถ pengertian ta'rif yang benar
๐๐ป๐๐๐ธ ๐บ๐ฒ๐บ๐ฏ๐ฎ๐ฐ๐ฎ ๐ฝ๐ฟ๐ฒ๐๐ถ๐๐ถ ๐๐ฒ๐ธ๐-๐๐ฒ๐ธ๐ ๐ถ๐น๐บ๐ ๐๐ฎ๐ป๐ด ๐ฑ๐ถ๐ฎ๐ป๐ด๐ด๐ฎ๐ฝ ๐ท๐ฎ๐๐ต ๐ฑ๐ฎ๐ฟ๐ถ ๐น๐ผ๐ด๐ถ๐ธ๐ฎ:
๐๐ฎ๐๐๐ฟ๐ฎ
--dengan contoh kecil praktek atas teks-teks
๐ผ๐ก-๐๐ช'๐๐ก๐ก๐๐ฆ๐ค๐ฉ ๐ผ๐๐ฏ-๐ฟ๐ฏ๐๐๐๐๐๐ฎ๐ฎ๐๐ฉ
dan ๐๐๐ฆ๐ค๐ข๐๐ฉ ๐ผ๐ก-๐๐๐ง๐๐ง๐๐ฎ,
๐ผ๐ ๐ช ๐๐ฃ๐ ๐ฝ๐๐ฃ๐๐ฉ๐๐ฃ๐ ๐
๐๐ก๐๐ฃ๐
karya ๐๐ต๐ฎ๐ถ๐ฟ๐ถ๐น ๐๐ป๐๐ฎ๐ฟ--
๐๐ต๐๐ณ๐ถ '๐ฎ๐บ๐ฎ๐น๐ถ๐ ๐ฑ๐ฎ๐ป '๐ถ๐ฟ๐ณ๐ฎ๐ป๐ถ๐
--dengan contoh kecil praktek atas teks-teks
๐๐๐ฎ๐' '๐๐ก๐ช๐ข๐๐๐๐๐ฃ dan ๐๐๐จ๐ฎ๐ ๐๐ฉ๐๐ก ๐ผ๐ฃ๐ฌ๐๐ง
karya ๐๐๐ท๐ท๐ฎ๐๐ถ๐น ๐๐๐น๐ฎ๐บ ๐๐น-๐๐ต๐ผ๐๐ฎ๐น๐ถ,
๐ผ๐ก-๐๐ช๐ฉ๐ช๐๐๐ฉ ๐ผ๐ก-๐๐๐ ๐ ๐๐ฎ๐ฎ๐๐ dan ๐๐ช๐จ๐๐ช๐จ๐ ๐ผ๐ก-๐๐๐ ๐๐ข
karya ๐ ๐๐ต๐๐ถ๐ฑ๐ฑ๐ถ๐ป ๐๐๐-๐ฆ๐๐ฎ๐ถ๐ธ๐ต ๐๐น-๐๐ธ๐ฏ๐ฎ๐ฟ ๐๐ฏ๐ป๐ถ๐น '๐๐ฟ๐ผ๐ฏ๐ถ๐ ๐๐น-๐๐ฎ๐๐ถ๐บ๐ถ๐--
๐ท๐๐ด๐ฎ ๐บ๐ฎ๐๐ฒ๐บ๐ฎ๐๐ถ๐ธ๐ฎ, ๐๐ฎ๐ถ๐ป๐, ๐ฑ๐ฎ๐ป ๐๐ฒ๐ธ๐ป๐ผ๐น๐ผ๐ด๐ถ
--dengan contoh kecil praktek atas teks-teks
๐๐๐ช๐ก๐๐จ๐๐ค๐ฉ๐ช๐ก ๐๐๐จ๐๐ dan ๐๐๐จ๐ฎ๐๐ฎ๐๐๐ฃ๐ฎ๐
karya ๐๐น-'๐๐บ๐ถ๐น๐ถ๐ dan ๐๐น-'๐๐ฑ๐ฎ๐๐ถ๐,
๐๐๐ฎ๐๐๐๐๐ฎ๐ฎ๐๐ฉ ๐ผ๐จ๐ฎ-๐๐ฎ๐๐๐'
karya ๐๐๐-๐ฆ๐๐ฎ๐ถ๐ธ๐ต ๐๐ฟ-๐ฅ๐ผ๐ถ๐ ๐๐ฏ๐ป ๐ฆ๐ถ๐ป๐ฎ,
๐๐๐ ๐๐๐ฉ๐๐๐ข๐๐ฉ๐๐๐๐ก ๐๐ง๐๐ฃ๐๐๐ฅ๐ก๐๐จ ๐ค๐ ๐๐๐ฉ๐ช๐ง๐๐ก ๐๐๐๐ก๐ค๐จ๐ค๐ฅ๐๐ฎ
karya ๐ฆ๐ถ๐ฟ ๐๐๐ฎ๐ฎ๐ฐ ๐ก๐ฒ๐๐๐ผ๐ป,
๐๐๐ ๐๐ฅ๐๐๐๐๐ก ๐๐ฃ๐ ๐๐๐ฃ๐๐ง๐๐ก ๐๐๐ก๐๐ฉ๐๐ซ๐๐ฉ๐ฎ
karya ๐๐น๐ฏ๐ฒ๐ฟ๐ ๐๐ถ๐ป๐๐๐ฒ๐ถ๐ป,
๐ผ๐ง๐ฉ๐๐๐๐๐๐๐ก ๐๐ฃ๐ฉ๐๐ก๐ก๐๐๐๐ฃ๐๐ ๐ผ ๐๐ค๐๐๐ง๐ฃ ๐ผ๐ฅ๐ฅ๐ง๐ค๐๐๐
karya ๐ฆ๐๐๐ฎ๐ฟ๐ ๐. ๐ฅ๐๐๐๐ฒ๐น๐น dan ๐ฃ๐ฒ๐๐ฒ๐ฟ ๐ก๐ผ๐ฟ๐๐ถ๐ด--
โข tunjukkan ๐ฎ๐ฝ๐น๐ถ๐ธ๐ฎ๐๐ถ ๐๐ฎ'๐ฟ๐ถ๐ณ ๐ฑ๐ฎ๐น๐ฎ๐บ ๐ธ๐ฒ๐ต๐ถ๐ฑ๐๐ฝ๐ฎ๐ป ๐๐ฒ๐ต๐ฎ๐ฟ๐ถ-๐ต๐ฎ๐ฟ๐ถ.
๐ก๐๐๐๐
๐๐๐ฆ๐ฌ๐๐ฌ๐๐ ๐๐-'๐๐ง๐๐ง๐๐ข๐ฅ '๐๐๐ ๐ฆ๐จ๐๐๐๐ ๐๐-๐๐๐๐๐๐ข๐ฅ๐๐ฌ ๐๐ '๐๐๐ ๐๐ ๐ ๐๐ก๐ง๐๐๐ค
(๐ง๐ฒ๐ป๐๐ฎ๐ป๐ด ๐๐น๐บ๐ ๐๐ผ๐ด๐ถ๐ธ๐ฎ)
๐๐ฒ๐ฟ๐๐ฎ๐บ๐ฎ M. Nova Burhanuddin
๐ ๐๐๐๐ ๐๐ก๐
๐ฆ๐ฒ๐ป๐ถ๐ป, ๐ญ๐ฒ ๐๐ฒ๐ฏ๐ฟ๐๐ฎ๐ฟ๐ถ ๐ฎ๐ฌ๐ฎ๐ฒ
๐ฎ๐ฌ:๐ฌ๐ฌ-๐ฎ๐ญ:๐ฌ๐ฌ ๐ช๐๐
๐๐ฎ๐ฑ๐ถ ๐ธ๐ฒ ๐บ๐ฎ๐ป๐ฎ,
๐๐ป๐๐๐ธ ๐ฑ๐ฎ๐บ๐ฎ๐ถ ๐ฑ๐ฎ๐ป ๐ฟ๐ฒ๐ฑ๐ฎ?
๐ก๐ด๐ฎ๐ท๐ถ.
>> ๐๐ป๐ด๐ถ๐ป ๐ฑ๐ถ๐ฏ๐ถ๐บ๐ฏ๐ถ๐ป๐ด ๐บ๐ฎ๐ป๐๐ต๐ถ๐พ ๐ฑ๐ฎ๐ฟ๐ถ ๐ฎ๐น๐ถ๐ณ ๐๐ฎ๐บ๐ฝ๐ฎ๐ถ ๐๐ฎ'?:
https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLScw8XSdOhcwLpr-WGysWJgnbU-steRx6SBoVGrp2Y6E_FTaSQ/viewform?usp=header
>> ๐จ๐ป๐ฑ๐๐ต ๐ธ๐ถ๐๐ฎ๐ฏ๐ป๐๐ฎ ๐ฑ๐ถ ๐๐ถ๐ป๐ถ:
https://1drv.ms/b/c/a5d5da7bb9f5ddb9/EfJDT18xhjFLt0xLzV2NhcYBESw-kjNmFiKWErQutr0M6w