Yayasan Kesejahteraan Ummat ILME TEU IDANG

Yayasan Kesejahteraan Ummat  ILME TEU IDANG

Share

Ilmu agama adalah permata—
ia tidak berkilau karena dipamerkan,
tetapi karena disimpan di hati yang bersih. maka sampaikan walau 1

Ia bukan sekadar hafalan di ujung lidah,
melainkan cahaya yang menuntun langkah
ketika dunia terasa gelap dan membingungkan. Permata dunia bisa hilang,
dicuri waktu, dirampas keadaan. Namun ilmu yang menuntun pada ridha Allah
akan menetap,
menjadi pelita di dunia
dan bekal yang tak lekang hingga akhirat.

24/02/2026

Di sebuah teras kecil selepas maghrib, dua sahabat duduk berhadapan. Angin malam pelan, tapi pikiran salah satunya sedang ribut.
“Aku capek,” katanya pelan.
“Capek kenapa?” tanya yang lain, tenang.
“Capek mikirin omongan orang. Rasanya apa pun yang kulakukan selalu saja ada yang menilai.”
Yang ditanya tersenyum tipis, tidak langsung menjawab. Ia mengambil gelasnya, menatap air di dalamnya sejenak, lalu berkata,
“Kamu tahu nggak… penduduk bumi itu kurang lebih tujuh miliar orang.”
“Terus?”
“Allah cuma satu.”
Sunyi sejenak. Hanya suara sendok menyentuh cangkir.
“Jadi menurutmu,” lanjutnya pelan, “lebih gampang menyenangkan yang tujuh miliar, atau yang satu?”
Sahabatnya terdiam.
Pertanyaan itu seperti kunci yang baru saja diputar perlahan.
“Masalahnya,” ia mencoba membela diri, “hidup kita kan di tengah manusia.”
“Betul,” jawabnya lembut. “Kita tetap harus sopan, tetap menjaga adab. Tapi jangan sampai hati kita menjadikan manusia sebagai pusat tujuan.”
Ia lalu menambahkan,
“Manusia standar nilainya berubah-ubah. Hari ini kamu dianggap hebat, besok bisa saja dianggap gagal. Tapi Allah tidak seperti itu. Aturannya jelas. Jalan-Nya jelas.”
Langit semakin gelap. Lampu teras menyala temaram.
“Kita ini sering lelah bukan karena hidupnya berat,” katanya lagi, “tapi karena ingin terlihat baik di mata terlalu banyak orang.”
Sahabatnya menarik napas panjang.
“Jadi bukan soal jadi ‘bodo amat’ ya?”
“Bukan,” jawabnya tersenyum. “Ini soal memilih pusat ridha. Kalau kamu sudah tahu untuk siapa kamu berjalan, suara yang lain hanya jadi angin lalu.”
Malam itu tidak ada nasihat panjang.
Hanya satu pertanyaan sederhana yang menggema lebih lama dari percakapan itu sendiri:
Jika tujuanmu satu,
mengapa hatimu sibuk mengejar yang tak terhitung jumlahnya?

24/02/2026

AKHIRAT ITU NAFSI NAFSI.

Setiap jiwa, pada hakikatnya, lahir sebagai pengembara yang sendiri.
Ia menapaki hidup dengan beban pikirannya,
dengan luka yang tak selalu bernama,
dan dengan doa-doa yang kerap hanya berani dipanjatkan dalam diam.
Pasangan bukanlah penawar kesepian yang mutlak,
bukan p**a tujuan akhir dari perjalanan panjang ini.
Ia hanyalah rekan seperjalanan—
yang kadang hadir sebagai bahu tempat bersandar,
menguatkan langkah ketika dunia terasa terlalu berat.
Namun ada kalanya, ia menjelma ujian:
batu sandungan yang memaksa kita berhenti,
menunduk, lalu bertanya pada diri sendiri—
apakah arah ini masih layak diteruskan,
atau sudah saatnya belajar melangkah dengan lebih hati-hati.
Sebab pada akhirnya, yang benar-benar p**ang ke hadapan Tuhan
tetaplah jiwa itu sendiri,
dengan seluruh pilihannya,
dengan segala keberanian dan keikhlasannya.

02/01/2025

2025 Hanya Ingin Menanti Ramadhan Tidak Berharap Jadi Sultan.

12/02/2024

Duduk sebentar bersama org berilmu itu lbih baik bagimu...

05/10/2021

Tentang Menjaga Hati - Ustazd Habibi Annawawi

السلام عليكم ورحمةالله وبركاته

الحمد لله والصلاة والسلام علي رسولله وعلي اله وصهبه اجمعين

Sahabatku yang dimuliakan oleh Allah

Hati dalam bahasa Arab disebut Qalbon, Qalbon adalah sesuatu yang fleksibel sangat mudah berbolak-balik dan hati adalah tempat dasarnya rasa, maka tidak heran ketika ada orang yang sebelumnya cinta sekejap berubah menjadi benci karena sesuatu yang didalam, hati sangat mudah bertukar dan berganti namun yang kita takutkan didalam hati bukanlah Patah, sakit. Karena patah hati itu pasti ketika kita tidak berharap kepada ilahi robbi.

Yang kita takutkan adalah Firman Allah subhanahu wa ta'ala ختم الله علي قلوبهم hati mereka itu sudah tertutup sudah Khatam, sudah mati rasa, ia tidak lagi mengenal rabbnya, ia tidak lagi mengenal siapa pemiliknya, Karena hati yang mati, ia tidak akan peka kepada panggilan Ilahi, hati yang mati ia tidak akan peka terhadap panggilan Allah, melainkan panggilan kematian karena itu adalah panggilan yang mau tidak mau, mesti ditunaikan.

Sahabat yang dimuliakan

Adalah suatu ketika seseorang bertanya kepada istri Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam yakni Ummu Salamah radhiyallahu anha ummahatul mukminin, wahai Ummu Salamah Doa apa yang sering dipanjatkan oleh Rasulullah ketika ia berada di sisi engkau, Rasulullah sering berdoa Allahumma Yaa muqollibal Qulub tsabbit Qolbi A'la Diinika Wa Thaa'atik. Wahai Allah yang Maha membolak-balikkan Hati, Yang Maha menukar Kejaksaan, Yang Maha menggantikan isi hati, (Sabbit Qalbii) tetapkan hatiku Ya Allah, A'La Diinika diatas agamamu, di dalam taat kepadamu, Ummu Salamah bertanya kepada Rasulullah mengenai doa tersebut Rasulullah mengatakan Ya Ummu Salamah, wahai Ummu Salamah ليس ادمي الا وقلبه بين اصبع من اصابع الله

Tidak ada keturunan nabi Adam, anak Adam, kecuali hatinya itu berada di dalam genggaman-nya Allah .

فمن شاء اقام ومن شاء ازاع

Want your school to be the top-listed School/college in Aceh Utara?

Click here to claim your Sponsored Listing.

Location

Category

Address


Aceh Utara