Smk Negeri Ile Boleng

Smk Negeri Ile Boleng

Share

Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Smk Negeri Ile Boleng, High School, Jalan Anggrek no. 7, Desa Lewopao, Kecamatan Ile Boleng, Kabupaten Flores Timur, Propinsi, Adonara.

21/12/2015

Selamat hari ibu untuk ibu-ibu hebat yang telah berjuang untuk anak-anaknya yang tercinta

Mobile uploads 02/05/2015

Selamat Hari Pendidikan Nasional.
Ayo, bangkit generasi emas Indonesia!

09/11/2014

Jangan kembali pulang sebelum kita menang walau mayat terkapar di Medan juang.
SELAMAT HARI PAHLAWAN!

20/10/2014

Selamat Atas Dilantiknya Bapak Jokowi dan Pak JK sebagai Presiden & Wakil Presiden RI 2014-2019

15/10/2014

Terkadang mengalah bisa membuat seseorang menjadi sadar tapi terkadang justru akan membuat dia semakin ngelunjak

07/06/2014

“Usiamu tak lagi muda untuk terus terusan terjajah,
jangan lagi membungkuk bungkuk agar dunia
mengakuimu”.
(Merdeka – uncassette)

Photos 26/05/2013

5+5x5+5 =
Coba dijawab, Pals!

Untitled album 15/04/2013
04/04/2013

Tiga Ribu Lebih Peziarah ke Larantuka
LARANTUKA, FBC: Walau sepintas terlihat jumlah peziarah Jumat Agung di Larantuka, Kabupaten Flores Timur, tahun ini lebih banyak dari tahun sebelumnya, namun terdata panitia kurang lebih 3000-an peziarah menghadiri proses Jumat Agung 2013 di Larantuka.

Para peziarah, selain berasal dari keuskupan-keuskupan se-Regio Nusa Tenggara dan Bali, para peziarah dari luar Larantuka tahun 2013 ini berasal dari keuskupan-keuskupan di Papua, Sulawesi dan Jawa.

Demikian keterangan yang dihimpun FBC di Sekretariat panitia Semana Santa di Katedral Reinha Rosari Larantuka, di sela-sela berlangsungnya Perayaan Sabda Penyembahan Salib Yesus Kristus, di Larantuka Jumat (29/3)

Prosesi Kecil dari Kapela Tuan Ana menuju Katedral Larantuka sebelum dilangsungkan Prosesi Jumat Agung. (Foto : Melky Koli Baran, Dok tahun 2011)
Katekis Paroki Katedral Reinha Rosari Larantuka, Plasidus Nuba Atamaran mengatakan, jumlah peziarah yang terdata di hingga Jumat pagi 29 Maret yakni sekitar 3000, kenyataannya dapat jumlahnya lebih dari itu, karena pengalaman setiap tahun, peziarah yang datang umumnya melampaui data resmi yang dimiliki panitya.

“Tiga ribu lebih peziarah yang saya maksudkan itu adalah mereka yang datang dan mendaftar di panitia. Masih ada yang tidak mendaftar. Jumlah mereka juga cukup besar”, demikian katanya sambil menambahkan, biasanya peziarah kalangan muda dari Keuskupan Maumere dan paroki-paroki dalam keuskupan Larantuka datang menjelang pelaksanaan prosesi. Mereka mengikuti prosesi dan langsung pulang. Karena itu mereka umumnya tidak terdaftar di meja panitia.

Sebanyak 2000-an peziarah dari yang telah terdaftar ini telah hadir sejak hari Rabu (27/3) sampai Kamis (28/3). Karena itu mereka umumnya telah melakukan ziarah ke kapela Tuan Ma dan Tuan Ana sejak Kamis sore. Bahkan ada yang menyeberang ke kampung Wureh di pulau Adonara, karena disanajuga ada patung-patung kudus peninggalan misionaris Portugis.

Kapela Tuan Ana di Larantuka (Foto : Dokumentasi FBC)
Pantauan FBC sepanjang hari Jumat Agung 29 Maret 2013, para peziarah yang datang ke Larantuka itu menggunakan waktu yang ada untuk berziarah ke kapela Tuan Ma, Tuan Ana dan juga mengikuti proses laut menghantar patung Tuan Menino dari Kota Rowidho ke Larantuka untuk bergabung dalam prosesi Jumat Agung malam harinya.

Pagi hari Jumat 29 Maret, para peziarah dari berbagai daerah berbaur dalam arak-arakan di depan kedua kapela yang menjadi pusat perayaan Semana Santa. Di kapela Tuan Ma di kelurahan Larantuka, sejak pukul 04 pagi hingga pukul 13.00 para peziarah berbaris dalam antrian panjang memberi penghormatan kepada Maria Mater Dolo Rosa. Demikian juga di kapela Tuan Ana yang terletak di kelurahan Lohayong tidak jauh dari gereja Katedral. Kedua kapela ini menyimpan sejarah pahit manisnya pengalaman Gereja Katolik Perdana di Flores khususnya di Larantuka.

Panasnya terik matahari membakar kota Larantuka pada hari Jumat Agung 29 Maret 2013 ini tidak menyurutkan para peziarah untuk mereguk kedamaian di pusat-pusat Kekristenan di ini. Selepas pukul 11.00 siang, arak-arakan para peziarah mengalir ke paroki San Juan Lebao. Uniknya, para peziarah berarak dalam dua jalur, yakni jalur darat dan laut. Puluhan kapal motor termasuk kapal-kapal ikan membawa para peziarah ke dari pantai Kota Rewido di Kelurahan Sarotari paroki San Juan Lebao.

Sebagaimana yang terjadi selama seabad terakhir di Larantuka, sebelum prosesi kecil mengarak patung Tuan Ma dan Tuan Ana dari kapelanya masing-masing ke Katedral, didahului prosesi laut mengantar patung Tuan Menino dari kapelanya di pantai Kota Rewido menuju Larantuka.

Setelah prosesi laut ini berakhir di pantai Pohon Sirih persis di depan istana Kerajaan Larantuka, dilangsungkan prosesi kecil menuju Katedral. Arak-arakan peziarah dengan lagu-lagu khas dalam bahasa Portugis yang dilantunkan anggota Konfreria Reinha Rosari Larantuka itu bergerak perlahan meningkalkan kapela Tuan Ma.

Duplikat patung Mater Dolo Rosa atau disebut Tuan Ma oleh masyarakat Larantuka menggantikan patung asli diarak keluar dari kapela memasuki jalan raya menyusuri pantai Larantuka ke arah Timur.

Tidak jauh dari situ, masih di pantai Larantuka, arak-arakan ini berhenti sesaat, tepatnya di kapela Tuan Ana. Dari kapela ini akan keluar sebuah arakan lagi mengusung sebuah peti dibalut kain hitam diiringi berbagai atribut penderitaan Yesus Kristus.

Terlihat juga sejumlah simbol mata pencarian penduduk Larantuka sebagai petani. Sebuah perpaduan antara Kekristenan dan kultur ekonomi penduduk Larantuka sebagai petani dan nelayan. Sebuah refleksi bahwa Kekristenan yang dibawa ke Larantuka oleh misionaris Portugis itu mengakar dalam kultur masyarakatnya. Itulah kekuatan Kekristenan di wilayah ini yang terus bertumbuh sangat subur hingga berusia lebih dari satu abad.

Kota Larantuka letaknya di bawah kaki gunung Ile Mandiri. (Foto : Dokumentasi FBC)
Dari kapela Tuan Ana, arak-arakan semakin panjang. Di depan diusung peti dibalut kain hitam dalam suasana duka. Di belakangnya, menyusul patung Tuan Ma – Bunda berduka cita dengan sorot mata duka menatap lurus ke arah arak-arakan di depannya yang membawa peti beserta atribut sengsara dan penderitaan Yesus Puteranya.

Di gereja Katedral Reinha Rosari Larantuka, dilangsungkan ibadat penyembahan salib, disusul lamentasi Jumat Agung dan prosesi keliling kota mengarak patung Tuan Ma dan Tuan Ana.

Sepanjang jalan yang dilalui, ribuan lilin di kiri dan kanan jalan itu membentuk pagar api memantulkan sinar keemasan menembusi kelamnya malam kota di lereng Ile Mandiri itu.

Dari kejauhan, kota Larantuka ibarat tenggelam dalam lautan nyala lilin tang tak kunjung padam. Selain ribuan batang lilin yang membentuk pagar jalan yang dilalui para peziarah, hampir di setiap halaman rumah warga kota Larantuka sejumlah lilin menyala menerangi halaman rumah itu.

Tidak jauh dari gereja Katedral ada pekuburan Katolik. Sambil menunggu lamentasi memulai prosesi, umat kota Larantuka berkunjung ke makam para leluhur. Di sana ribuan lilin dinyalakan mengiringi doa-doa mohon perhentian arwah sanak keluarga dengan harapan bisa bangkit bersama Kristus yang bangkit di Minggu Paskah. Prosesi Jumat Agung ke kapela Tuan Ma dan Tuan Ana, perarakan Tuan Menino, ziarah ke kampung Wureh dan ke makam leluhur merupakan rangkaian acara devosional Hari Bae.

Inilah rangkaian devosi yang melekat kuat dalam kehidupan warga Larantuka, termasuk yang berada di perantauan. Maka Jumat Agung merupakan Hari Bae, hari penuh rahmat dan berkat bagi warga Larantuka di mana saja berada.

Hari Bae ini telah menjadi pusat ritual dan devosional gereja lokal Larantuka yang terus merangkat mendunia. Maka menjadi strategis ketika Pemda kabupaten Flores Timur melakukan terobosan membangun kerja sama dengan pemerintah Portugal dalam program sister city, yakni membangun Larantuka sebagai kembarnya Fatimah di Portugal

Want your school to be the top-listed School/college in Adonara?

Click here to claim your Sponsored Listing.

Location

Category

Website

Address


Jalan Anggrek No. 7, Desa Lewopao, Kecamatan Ile Boleng, Kabupaten Flores Timur, Propinsi
Adonara
86261