assalaaam.......
KECANTIKAN wajahmu bukan dilihat dari
seberapa MAHAL dan bagusnya BEDAK mu, akan
tetapi kecantikan mu yaitu dengan air wudhu.
Ukhty...
MANIS bibirmu, bukan dilihat dari seberapa
mahal dan kualitas lipstik yang kau pakai, akan
tetapi manis bibirmu karena dzikir yang
membasahi di bibir mu.
Wanita yang baik itu
Tak akan mudah digoda lelaki
Tak akan mudah dirayu-rayu lelaki.
Tak akan mudah hanyut pada janji
manis lelaki.
Tak akan mudah diajak untuk
bermaksiat.
Ia akan pandai menjaga kehormatan dirinya.
Hanya untuk untuk pasangan halalnya
nanti.
Semoga tulisan ini dapat membuka pintu hati
kita yang telah lama terkunci ...
Beritahukan info page “ kisah mutiara islamic motivation“ ini kpd
temanmu dgn klik ''share/bagikan'' artikel
ini,Semoga kebaikan akan terus tersampaikan...
Amin.....di like yaa...
Kisah Mutiara Islamic Motivation
Menceritakan kisah dan kata-kata mutiara islamic
'''''KATA_KTA BIJAK'''''
Daripada berpikir tentang di mana Anda berada, berpikirlah tentang di mana Anda inginkan. ..
Perubahan tidak akan datang jika kita menunggu orang lain atau lain waktu.....
Diri kitalah yang ditunggu-tunggu. Diri kitalah perubahan yang kita cari. .....
berjalan di jalan yang benar dan Anda bersedia untuk terus berjalan, akhirnya Anda akan membuat kemajuan. ....
Semoga tulisan ini dapat membuka pintu hati
kita yang telah lama terkunci ...
Beritahukan info page “ kisah mutiara islamic motivation“ ini kpd
temanmu dgn klik ''share/bagikan'' artikel
ini,Semoga kebaikan akan terus tersampaikan...
Amin.....di like yaa...
Bismillahir-Rahmaanir-Rahim...
memperjelas hikmah satu persatu istri beliau serta faktor yang melatar belakanginya :
1.BUNDA KHADIJAH BINTI KHUWAILID RA
Allah telah memilih beliau untuk menjadi wanita pertama yang berlabuh di hati baginda Nabi, beliaupun memperistrinya ketika masih berumur dua puluh lima tahun dengan terpaut lima belas tahun dengan sang istri yang telah berumur empat puluh tahun. Pernikahan inipun terjadi sebelum bi'tsah (pengangkatan Rasul) dengan status Khadijah yang telah menjanda.
Pilihan inipun bukan tanpa alasan karena Allah telah mempersiapkan pendamping terbaik yang mempunyai pandangan-pandangan tajam dan intellegensi tinggi, maka pernikahan inipun bukan karena keinginan Rosul semata tetapi merupakan sebuah pertalinan yang sarat taufiq dan hikmah, karena orang yang cerdik pasti akan dipasangkan dengan orang yang cerdik p**a. Perbedaan umur bukanlah halangan untuk menuju kehidupan rumah tangga yang abadi karena tujuannya bukanlah hanya untuk "melampiskan hasrat dan nafsu semata" tetapi merupakan sebuah tujuan manusia mulia. Hal inipun terkait tugas Rasul selaku pengemban Risalah yang akan memikul beban dakwah. Maka, Allah telah mempermudah dengan memilihkannya seorang wanita cerdas dan bertakwa. Hal ini untuk membantunya melewati dan mengarungi jalan untuk menyebarkan dakwah dan risalah , maka iapun menjadi wanita pertama yang masuk Islam.
Kecerdasan dan ketajaman pandangannya -sebagaimana yang terdapat dalam shahihain- terbukti ketika Rasul didatangi maliakat Jibrill di Gua Hira, kemudian Beliau p**ang dengan hati gelisah lalu menemuinya seraya berkata: "Tolong selimuti aku….". Sampai akhirnya beliaupun tenang kemudian berkata kepadanya: 'Sungguh alangkah takutnya diriku ini", kemudian iapun menenangkan-Nya seraya berkata: "Tenanglah, selamanya Allah tidak akan berbuat apa-apa padamu, bukankah Kau selalu bersilaturahmi, berkata jujur, melaksanakan seluruh tugas, menghormati tamu, dan menolong orang yang membutuhkan".
Rosul mengarungi hidup bersama "bunga hidup-Nya (Khadijah)", Ia tidak pernah memadunya dan mencintai seseorang seperti cinta-Nya padanya sampai suatu ketika bunda Aisyah pernah "cemburu" padanya, sekalipun ia belum pernah melihat dan berkumpul bersamanya, suatu saat Rasul menyebutnya (Khadijah), lalu ia (Aisyah) memberanikan diri kemudian berkata; "Ia hanyalah seorang janda pada masa lalu dan Allah telah menggantinya dengan seorang yang lebih baik darinya, maksudnya dirinya sendiri. Mendengar kata-kata ini Rasulpun muram lalu berkata: "Tidak juga, Demi Allah, sungguh Allah tidak pernah memberi ganti yang lebih baik darinya, dia beriman ketika orang-orang ingkar padaku, dan ia mempercayaiku ketika orang-orang mendustaiku, ia berkorban dengan hartanya ketika orang-orang enggan (menderma), dan Allah telah menganugrahkanku keturunan darinya ketika istri-istriku yang lain tidak memberikannya." Lalu ia (Aisyah) berkata: "Mulai saat itu sampai seterusnya aku tidak pernah menyebutkan kekurangannya (Khadijah)."
Bunda Khadijah hidup bersama Rosulullah SAW selama dua puluh tahun, lima belas tahun sebelum menjadi Rosul dan sepuluh tahun sepuluh tahun setelahnya. Darinya Beliau dikaruniai seluruh anak-anaknya selain Ibrahim maka benarlah bahwa khadijahlah orang yang sangat membantu Nabi dalam menyampaikan ajaran Islam, oleh karena itu beliau tidak pernah memadunya sampai ajal menjemputnya, dan nabi waktu itu sudah berumur lima puluh . Radiyallahu 'anha wa ardhaha.
2.BUNDA SAUDAH BINTI ZUM'AH RA
Rosul menikahinya setelah Bunda Khadijah wafat, seorang janda tua renta yang sudah berumur lima puluh lima tahun. Alasan Nabi menikahinya –sekalipun dengan usianya yang renta- untuk memberikan pelajaran kepada Umat Manusia dalam berlemah lembut dan berbuat baik terhadap orang-orang miskin.
Awalnya ia adalah istri Sakran bin 'Amr kemudian ia beriman yang diikuti oleh suaminya, akan tetapi melihat keadaan muslimin yang sangat mencekam di Mekah iapun hijrah bersama suaminya ke Habsyah bersama orang-orang yang hijrah di "kloter" kedua. Sep**angnya dari Habsyah, suaminya meninggal maka iapun hidup sebatang kara, tak ada yang menolong dan menanggungnya, seandainya ia kembali ke kekeluarganya sepeniggal suaminya pastilah mereka akan memaksanya untuk kembali menjadi Musyrik atau mereka akan mengazabnya dengan azab yang amat pedih agar ia mau meninggalkan Islam dan kembali ke agama asalnya. Karena alasan inilah Rosul bersedia menanggungnya bahkan menikahinya, ini sebagai bentuk apresiasi yang tinggi kepadanya karena kemurnian imannya serta ketulusannya kepada Allah dan Rosul-Nya.
Andai tujuan pernikahan Rosul karena Syahwat -sebagaimana yang dituduhkan sebagian Orientalis- pasti Beliau akan menggantinya dengan "daun muda", yang masih perawan dan berumur dua puluh lima tahunan, tapi beliau adalah contoh pribadi agung, cerdik dan sangat menjaga kehormatan maka tujuan beliau semata-mata hanya ingin menjaga, dan melindunginya agar selalu berada dibawah tanggungan-Nya.
3.Bunda 'Aísyah binti Abu Bakr As Shiddiq RA
Tak ragu lagi bahwa tujuan utama pernikahan poligami kanjeng Nabi adalah untuk melahirkan beberapa juru ajar kepada kaum wanita yang akan mengajari hukum-hukum Syariat. Karena wanita adalah bagian masyarakat dan merekapun terkena beban sebagaimana yang dipikul oleh para lelaki.
Sebagaimana yang kita tahu bahwa wanita mempunyai malu yang tinggi maka banyak dari mereka yang malu bertanya ke Nabi khususnya masalah yang berkaitan dengan kewanitaan seperti hukum haidh, nifas, perkara suami istri, dan hukum-hukum lainnya. Tak jarang wanita merasa malu ketika hendak bertanya kepada Nabi tentang hal-hal yang terkait dengan masalah ini.
Salah satu sifat Rosul adalah pemalu, hal inipun banyak termaktub dalam Kitab Hadis, sampai Beliau tidak dapat menjawab pertanyaan wanita yang diajukan kepada-Nya secara terang-terangan bahkan kadang Beliau menggunakan bahasa Kinayah (bahasa sindiran), maka para wanitapun memahaminya secara Kinayah, olehkarena itu dibutuhkan seorang yang diizinkan oleh Rosul untuk menjelaskan kepada mereka maksud jawaban tersebut. Maka, para Istri Nabilah yang paling cocok untuk menempati posisi ini karena melalui merekalah para wanita dapat memahami agama Islam secara keseluruhan.
Sebagamana yang kita tahu bahwa sunnah Nabi tidak terbatas pada perkataanNya saja tapi ia juga mencakup perkataan, perbuatan, dan ketetapan Nabi yang kesemuanya ini masuk dalam Syariat yang wajib diikuti oleh Umat Muslim. Maka siapakah yang akan menjelaskan Hadis-hadis dan perbuatan Nabi selama di dalam rumah selain para istri yang telah Allah muliakan itu. Mereka adalah para bunda kaum Muslimin sekaligus Istri Nabi di dunia dan akhirat. Alangkah besar keutamaan mereka, karena telah menjelaskan seluruh keadaan, perkembangan, dan perbuatan Nabi selama di rumah.
Diantara sekian Istri Rosul ada yang menjadi pengajar dan muhadditsah, menyampaikan petunjuk-petunjuk dari Nabi. Merekapun terkenal dengan kekuatan hafalan, kecerdasan, dan kepintaran mereka. Di antara mereka yang paling menonjol dalam hal ini adalah Bunda Aisyah, hal ini dikarenakan ia adalah yang paling cerdas dan paling banyak hafalannya bahkan dia lebih pintar dari kebanyakan lelaki, tak heran banyak para Sahabat bertanya padanya tentang sebagian hukum yang mereka angggap sulit dan ternyata iapun dapat menyelesaikannya.
Sebuah riwayat dari Abu Musa Al Asy'ary RA, beliau berkata: "Tidak ada satu Hadispun dari Nabi yang kami anggap sulit tetapi kami dapat memahiminya setelah Kami bertanya pada Aisyah". Sahabat 'Urwah bin Zubair RA berkata: 'Tidak pernah kudapati wanita yang lebih pintar dari Aisyah dalam masalah kedokteran, Fiqih dan Syi'ir."
Hal ini bukanlah suatau yang aneh, kitab-kitab Hadis menjadi bukti kedalaman ilmu dan kehebatan otaknya. Tidak ada seorangpun meriwayatkan dalam kitab Shahih yang lebih banyak darinya kecuali dua orang, Abu Hurairoh RA dan Abdullah bin Umar RA.
Rosulullah menikahinyapun karena wahyu dari langit, iapun satu-satunya istri Nabi yang perawan ketika dinikahi. Bunda Aisyah pernah berkata: " Aku telah diberikan tujuh hal yang tidak pernah diberikan kepada wanita manapun; Malaikat Jibril datang ke Nabi dalam wujudku ketika menyampaikan wahyu untuk menikahiku, Nabi menikahiku dalam keadaan perawan dan tak ada seorangpun yang dinikahiNya dalam status perawan (selain aku), Beliau meninggal dalam simpuhanku, Beliau dimakamkan di rumahku, para Malaikat telah berkumpul di rumahku, aku berada dalam selimut bersama-Nya ketika wahyu diturunkan, aku adalah anak Khalifah dan Sahabatnya, Udzurku telah turun dari langit, seorang yang baik "so pasti" diciptakan untuk orang yang baik p**a, aku telah dijanjikan ampunan dan rizki." Olehkarena itu Rosul lebih mencintainya dibanding para istri yang lain walaupun beliau selalu adil dalam hal menggilir istri-istri-Nya.
Bunda Aisyah adalah sarana terbaik untuk menyebarkan Sunnah, keutamaan suami istri serta hukum-hukumnya, khususnya yang berkaitan dengan hal kewanitaan. Hubungan pernikahan Nabi dengan Abu Bakr adalah anugerah terbaik dan balasan yang setimpal buatnya di dunia, bukankah Abu Bakr As Shiddiq orang yang paling Nabi cintai dan yang mempunyai peran besar dalam hidupNya!!. Hal inipun semakin menambah ikatan dan kecintaannya terhadap nabi, alangkah indahnya politik Nabi, dan alangkah agungnya balasan Nabi untuk orang-orang yang benar-benar tulus pada-Nya.
4.BUNDA HAFSAH BINTI UMAR RA
Beliau adalah putri Umar bin Khattab RA yang dinikahi Rosul pasca suaminya (Khunais bin Hudzafah) Syahid di perang Badr, setelah melewati cobaan dalam perang itu. Bahkan sejarahpun mencatat lembaran-lembaran emas akan keperkasaan, kejantanan dan perjuangannya.
Nabi ingin menolong "Al Faruq" Umar, menjadikannya kerabat, dan memberi balasan padanya di dunia ini atas jasa yang telah ia berikan terhadap Islam. Maka, Beliau tidak mendapati sesuatu yang lebih agung selain menjadikannya mertua dan tidaklah ada balasan yang lebih mulia di dunia ini daripada itu.
Imam Bukhari meriwayatkan dalam Kitab Shahihnya dari Abdullah bin Umar RA: "Ketika Hafsah menjanda dari Khunais bin Hudzafah karena syahid di perang Badr dan dimakamkan di Madinah, Umar menemui Utsman lalu berkata : Sudikah engkau menikahi Hafsah? kemudian Utsman menjawab: saya akan mempertimbangkannya dulu. Setelah beberapa malam ia memberi jawaban: sepertinya saya tidak menikahinya. Kemudian Umar berkata kepada Abu Bakar, kemudian ia terdiam padahal ia lebih berharap padanya daripada Utsman. Setelah beberapa malam Rosululllahpun melamarnya dan aku menihkan padanya. Kemudian Abu Bakar menemuiku seraya berkata mugkin kau dulu sangat berharap padaku ketika kau menawarakan Hafsah, lalu sedikitpun ku tak menjawab? Lalu Umar menjawab: Ya. Lalu ia berkata: tidak ada satupun yang mengganjalku tuk menjawab pinanganmu tapi ku tahu bahwa Nabi SAW pernah menyebutnya maka akupun tak ingin menyebarkan rahasiaNya, seandainya Ia tak menginginkannya maka pasti kan kuterima pinanganmu.
Seperti Inilah kesatria sejati dan itulah kejantaan sesungguhnya yang telah tertatam dalam diri Umar "Al Faruq". Ketika ia ingin menjaga kehormatan dirinya maka ia tidak melihat dirinya rendah tatkala menawarkan anaknya Hafsah kepada orang Shaleh yang sepadan, mudah-mudahan kerihaan Allah selalu tercurah padanya.
Beritahukan info page “ kisah mutiara islamic motivatio“ ini kpd
temanmu dgn klik ''share/bagikan'' artikel
ini,Semoga kebaikan akan terus tersampaikan...
Amin.....di like yaa...
Bismillahir-Rahmaanir-Rahim...
Mungkin Anda terheran-heran bahkan tidak percaya, jika ada orang yang bilang bahwa di zaman modern ini ada seorang anak dari keluarga non Muslim yang hafal Al Qur’an dan bisa shalat pada umur 1,5 tahun, menguasai lima bahasa asing pada usia 5 tahun, dan telah mengislamkan lebih dari 1.000 orang pada usia yang sama. Tapi begitulah kenyatannya, dan karenanya ia disebut sebagai bocah ajaib; sebuah tanda kebesaran Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Syarifuddin Khalifah, nama bocah itu. Ia dilahirkan di kota Arusha, Tanzania. Tanzania adalah sebuah negara di Afrika Timur yang berpenduduk 36 juta jiwa. Sekitar 35 persen penduduknya beragama Islam, disusul Kristen 30 persen dan sisanya beragam kepercayaan terutama animism. Namun, kota Arusha tempat kelahiran Syarifuddin Khalifah mayoritas penduduknya beragama Katolik. Di urutan kedua adalah Kristen Anglikan, kemudian Yahudi, baru Islam dan terakhir Hindu.
Seperti kebanyakan penduduk Ashura, orangtua Syarifuddin Khalifah juga beragama Katolik. Ibunya bernama Domisia Kimaro, sedangkan ayahnya bernama Francis Fudinkira. Suatu hari di bulan Desember 1993, tangis bayi membahagiakan keluarga itu. Sadar bahwa bayinya laki-laki, mereka lebih gembira lagi.
Sebagaimana pemeluk Katolik lainnya, Domisia dan Francis juga menyambut bayinya dengan ritual-ritual Nasrani. Mereka pun berkeinginan membawa bayi manis itu ke Gereja untuk dibaptis secepatnya. Tidak ada yang aneh saat mereka melangkah ke Gereja. Namun ketika mereka hampir memasuki altar gereja, mereka dikejutkan dengan suara yang aneh. Ternyata suara itu adalah suara bayi mereka. “Mama usinibibaptize, naamini kwa Allah wa jumbe wake Muhammad!” (Ibu, tolong jangan baptis saya. Saya adalah orang yang beriman kepada Allah dan RasulNya, Muhammad). Mendengar itu, Domisia dan Francis gemetar. Keringat dingin bercucuran. Setelah beradu pandang dan sedikit berbincang, mereka memutuskan untuk membawa kembali bayinya p**ang. Tidak jadi membaptisnya.
Awal Maret 1994, ketika usianya melewati dua bulan, bayi itu selalu menangis ketika hendak disusui ibunya. Domisia merasa bingung dan khawatir bayinya kurang gizi jika tidak mau minum ASI. Tetapi, diagnose dokter menyatakan ia sehat. Kekhawatiran Domisia tidak terbukti. Bayinya sehat tanpa kekurangan suatu apa. Tidak ada penjelasan apapun mengapa Allah mentakdirkan Syarifuddin Khalifah tidak mau minum ASI dari ibunya setelah dua bulan. “Apakah karena ibunya adalah seorang Kristiani? Ataukah ini merupakan fase keunikan-keunikan yang selanjutnya akan banyak mengiringi kehiduan anak ini sampai dia dikenal jutaan manusia di seluruh dunia sebagai anak ajaib?” Tanya penulis pada halaman 47.
Di tengah kebiasaan bayi-bayi belajar mengucapkan satu suku kata seperti panggilan “Ma” atau lainnya, Syarifuddin Khalifah pada usianya yang baru empat bulan mulai mengeluarkan lafal-lafal “aneh.” Beberapa tetangga serta keluarga Domisia dan Francis terheran-heran melihat bayi itu berbicara. Mulutnya bergerak pelan dan berbunyi:”Fatuubuu ilaa baari'ikum faqtuluu anfusakum dzaalikum khairun lakum ‘inda baari-ikum, fataaba ‘alaikum innahuu huwat tawwabur rahiim.”
Orang-orang yang takjub menimbulkan kegaduhan sementara namun kemudian mereka diam dalam keheningan. Sayangnya, waktu itu mereka tidak mengetahui bahwa yang dibaca Syarifuddin Khalifah adalah QS. Al Baqarah ayat 54.
Domisia khawatir anaknya kerasukan syetan. Ia pun membawa bayi itu ke pastur, namun tetap saja Syarifuddin Khalifah mengulang-ulang ayat itu. Hingga kemudian cerita bayi kerasukan syetan itu terdengar oleh Abu Ayub, salah seorang Muslim yang tinggal di daerah itu. Ketika Abu Ayub datang, Syarifuddin Khalifah juga membaca ayat itu. Tak kuasa melihat tanda kebesaran Allah, Abu Ayub sujud syukur di dekat bayi itu.
“Francis dan Domisia, sesungguhnya anak kalian tidak kerasukan syetan. Apa yang dibacanya adalah ayat-ayat Al Qur’an. Intinya ia mengajak kalian bertaubat kepada Allah…” kata Abu Ayub.
Beberapa waktu setelah itu Abu Ayub datang lagi dengan membawa mushaf. Ia memperlihatkan kepada Francis dan Domisia ayat-ayat yang dibaca oleh bayinya. Mereka berdua butuh waktu dalam pergulatan batin untuk beriman. Keduanya pun akhirnya mendapatkan hidayah. Mereka masuk Islam. Sesudah masuk Islam itulah mereka memberikan nama untuk anaknya sebagai “Syarifuddin Khalifah”.
Keajaiban berikutnya muncul pada usia 1,5 tahun. Ketika itu, Syarifuddin Khalifah mampu melakukan shalat serta menghafal Al Qur’an dan Bible. Lalu pada usia 4-5 tahun, ia menguasai lima bahasa. Pada usia itu Syarifuddin Khalifah mulai melakukan safari dakwah ke berbagai penjuru Tanzania hingga ke luar negeri. Hasilnya, lebih dari seribu orang masuk Islam.
Semoga tulisan ini dapat membuka pintu hati
kita yang telah lama terkunci ...
Beritahukan info page “ kisah mutiara islamic motivatio“ ini kpd
temanmu dgn klik ''share/bagikan'' artikel
ini,Semoga kebaikan akan terus tersampaikan...
Amin.....di like yaa...
''''''KATA_KTA BIJAK'''''
''Berhati-hatilah dalam berkata, karena setiap kata bisa berbeda makna dan pemahaman jika dikatakan pada kondisi yang berbeda p**a.''
'''Hal yang paling sulit adalah mengalahkan diri sendiri. Tapi itu bisa kamu mulai dengan memaafkan diri sendiri.''
''Jangan pernah merasa dirimu tak cukup baik, karena bagi seseorang, kamu adalah yg terbaikSaat ingin melakukan hal yang baik, berarti dan bermanfaat maka lakukanlah, jangan menunggu keraguan atau kesempatanmu menghilang'''
Semoga tulisan ini dapat membuka pintu hati
kita yang telah lama terkunci ...
Beritahukan info page “ kisah mutiara islamic motivation“ ini kpd
temanmu dgn klik ''share/bagikan'' artikel
ini,Semoga kebaikan akan terus tersampaikan...
Amin.....di like yaa...
"""""UNTUK LAKI-LAKI """"
Wahai LELAKI..!!tahukah kamu TIGA
perkataan yang sangat ditunggu-
tunggu wanita??
Bukanlah I LOVE
YOU.. Bukanlah I MISS YOU.. Tapi
Lafadz: "AKU TERIMA
NIKAHNYA"
Sebuah kalimat yang sederhana bukan?? Tapi
tahukah
engkau wahai lelaki??
Kalimat sederhana namun penuh makna
inilah yang bisa meleraikan
kegelisahan hati, yang bisa
menghalalkan yang haram... ??
Setuju.....?
Jangan lupa like dan bagikan sob...
SOSOK SAHABAT ABU MUSA AL-ASY'ARI R.A
Nama lengkapnya adalah Abdullah bin Qais. Beliau sempat ikut hijrah ke Abessina, kemudian datang ke Madinah setelah perang Khaibar. Khalifah Utsman bin Affan mengangkatnya sebagai penguasa di Kufah. Beliau ini termasuk arbitrator dalam peristiwa arbitrasi Shiffin. Salah seorang sahabat Rasulullah yang telah beliau do'akan dengan permohonan kepada Allah ampunan dan agar di hari kiamat dimasukkan kedalam tempat yang mulia adalah Abu Musa Al-Asy'ariy, sebagaimana do'a Rasulullah : "Allahumaghfir li-'Abdillah bin Qais zanbahu, wa adkhilhu yauma al-qiyamati madkhalan kariimaa". Nama lengkap beliau adalah Abdullah bin Qais bin Sulaim bin Hadhar bin Harb bin Aamir, dan terus sampai nasabnya pada Asy'ari bin Adad. Nabi memanggilnya dengan "Abdullah bin Qais" seperti dalam hadist yang diriwayatkan dari Abu Musa radhiyallahu 'anhu, bahwa Rasulullah mengatakan kepadanya: "ya Abdullah bin Qais, inginkah kamu aku ajarkan satu kalimat dari perbendaharaan surga?" yaitu (la hawla wala quwwata illa billah)". Dan juga pada hadist do'a Rasulullah yang telah disebutkan diatas tadi. Sedangkan julukan "Abu Musa" diambil dari nama salah salah satu anaknya.Awal Masuk Islam Dan Kehidupannya Bersama Rasulullah.Sebelum bertemu dengan Rasulullah di Mekkah ada kebimbangan pada dirinya untuk mencari rezeki dan bekerja dipasar-pasar dan musim-musim yang ada di Makkah, tetapi dengan kebimbangan inilah salah satu sebab masuknya ia ke dalam Islam, yaitu tatkala ia meninggalkan tanah leluhurnya Yaman, menuju Makkah dan mendengar bahwa di negeri ini ada seorang Rasul yang mengajak dan menghimbau kepada tauhid dan kepada Allah dengan sesuatu yang bisa diterima akal serta dengan akhlak yang mulia.Maka ia berkenalan dengan Nabi Muhammad shalallahu 'alaihi wasallam dan lalu masuk Islam dengan aktif mengikuti pelajaran- pelajaran dari beliau menambah hidayah dan keyakinan. Ia masuk Islam diawal masa kenabian dan termasuk dalam golongan "Assabiquuna ila-l-Islam", dengan dalil hijrahnya ia bersama-sama para muhajirin ke Habasyah setelah adanya tekanan dan kekerasan serta siksaan yang dilakukan orang-orang musyrik terhadap mereka. Kemudian selang beberapa waktu ia kembali ke negeri asalnya menyampaikan kalimat Allah subhanahu wa ta'ala, sehingga banyak dari kaumnya yang masuk Islam.Pada waktu ia mendengar bahwa Rasulullah hijrah ke Madinah, maka beliau menemui Rasulullah untuk bergabung bersama membangun suatu masyarakat baru yang Islami dan daulah Islamiyah. Rasulullah menyebut kaum yang dipimpin Abu Musa ini dengan nama "Al-Asy'ariyiin". Mulai dari hari itu ia terus berpartisipasi dan berkecimpung bersama para mu'min dan muslimin menjadi sahabat dan murid Nabi dalam mengemban risalah Tuhan hingga akhir hayatnya.Abu Musa dalam masa hidup setelah Islamnya memiliki sifat-sifat mulia. Ia adalah seorang pejuang yang gagah berani dan pemanah yang tangguh bila dihadapkan pada hal-hal yang darurat. Dan ia juga seorang faqih bijaksana yang memiliki otak brilian yang mampu dalam memecahkan beberapa macam problema serta memberikan cahaya penerang dalam masalah fatwa-fatwa dan pengadilan, sehingga ia disebut sebagai salah satu dari empat hakim ummat, sebagaimana yang dikatakan oleh Imam As-Sya'biy, "Qodhotu hazihi al-ummah arba'atun : Umar, Ali, Zaid bin Tsabit wa Abu Musa".Dalam medan jihad, Abullah bin Qais memiliki rasa tanggung jawab yang besar dengan berlomba-lomba dalam kemulian, ia berani menaruhkan nyawanya sehingga ia digelari oleh Rasulullah sebagai "pemimpin prajurit-prajurit berkuda" sebagaimana telah diriwayatkan oleh Ibnu Sa'ad dari Na'im bin Yahya At-Tamimiy, bahwa Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam pernah bersabda, "Saidu al-fawarisi, Abu Musa".Beliau pun telah mengikuti beberapa peperangan bersama Rasulullah dalam menghadapi orang-orang musyrik, diantaranya perang Tabuk. Dan setelah perang ini Nabi mengutusnya ke Yaman sebagai da'i dan mu'allim serta wali, juga diutus untuk mengajarkan Al-Quran bersama Mu'adz bin Jabal pada daerah yang berbeda, namun jaraknya tidak jauh sehingga antara keduanya tetap terjalin hubungan komunikasi.Hal ini dilakukan Rasulullah ketika datang kepadanya utusan raja Hamir dari Yaman (Sepertinya Himyar; Aman). Lalu beliau memilih dari sahabat-sahabatnya yang dapat dipercaya dan memiliki pengetahuan agama yang matang, maka diutuslah mereka berdua dan Malik bin 'Ubadah dan beberapa sahabat lainnya. Ini merupakan suatu perhatian yang besar dari Rasulullah terhadap ahli Yaman.Ibnu Hajar Al-'Asqalany mengatakan bahwa diutusnya Abu Musa ke Yaman dikarenakan kepintaran dan pemahamannya yang dalam terhadap Islam. Pada tahun ke 10 hijriyah, Abu Musa kembali dari Yaman menemui Nabi Muhammad shalallahu 'alaihi wasallam untuk melaksanakan haji, yang disebut dengan haji wada' (haji perpisahan). Rasulullah telah memberikan wewenang kepadanya untuk memberikan fatwa hingga wafatnya beliau bahkan hingga masa kekhalifahan Abu Bakar dan Umar bin Khaththab radhiallahu 'anhuma. Ini semua menunjukkan akan kedalaman ilmu pengetahuannya dan ketaatannya kepada khalifah.Ketika Rasulullah meninggal, yaitu bertepatan setelah tiga hari dibunuhnya "Al-Kadzdzab" 'Abhalah ibnu Ka'ab Al-'Ansiy, seorang dukun yang mengaku sebagai nabi di Yaman. Hal ini merupakan cobaan yang besar bagi Abu Musa yang ketika itu berada di sana, setelah p**angnya dari haji wada'.Kehidupan Abu Musa Setelah Wafatnya Nabi.Pada masa kekhalifahan Abu Bakar radhiyallahu 'anhu ia ditetapkan untuk menjadi wali di Yaman. Dan pada masa kekhalifahan Umar bin Khattab radhiyallahu 'anhu, Abu Musa telah berhasil mengatur administrasi wilayah Bashrah, juga berhasil didalam memimpin pasukan militernya. Merupakan suatu rahmat yang besar dari Allah terhadapnya dengan pertolongan-pertolongan-Nya melalui tangannya, sehingga ia mampu menaklukkan beberapa kota dan negeri, dan telah dimenangkan Allah dalam memerangi pemimpin-pemimpin "daulah Al-Farisiyah" dengan kecerdikkan dan ketajaman pemikirannya.Pada akhir tahun 23 hijrah Amirul mu'minin Umar bin Khattab radhiyallahu 'anhu meninggal terbunuh sebagai syahid, dan Abu Musa ketika itu sedang berada di Bashrah mengajar dan berjuang menyampaikan dakwah kepada Allah , namun walaupun demikian beliau telah mengetahuinya melalui ru'yah yang merupakan karamah yang telah Allah berikan kepadanya, sebagaimana yang telah dikeluarkan oleh Ibnu Sa'ad di Thabaqat dengan sanadnya dari Abu musa (lih. Hayatu As- Shohabah juz; 3 hal; 666).Setelah dibai'atnya khalifah 'Utsman radhiyallahu 'anhu, beliau menbetapkan Abu Musa sebagai wali di Bashrah selama enam tahun, setelah lepas dari amanat ini banyak sekali cobaan-cobaan fitnah dan tantangan yang ia hadapi dalam menyampaikan syariat dan risalah Ilahi hingga masa kekhalifahan Ali radhiyallahu 'anhu dan berakhir pada akhir hayatnya yaitu pada masa pemerintahan Mu'awiyah radhiyallahu 'anhu.Budi Pekerti Dan Sifat-Sifatnya Yang MuliaBeberapa kelebihan budi pekerti dan sifat-sifatnya yang mulia yang ada pada diri Abu Musa sudah diakui oleh Rasulullah sendiri hingga beliau mendo'akannya dan mengajarkan kepadanya perbendaharaan surga. Ini semua jelas karena budi pekerti dan sifat-sifatnya yang mulia, mulai masa hidupnya bersama dengan para khulafa ar-rasyidiin hingga wafatnya.Beliau amat terkenal dengan kedalamannya terhadap ilmu agama, seorang ahli ibadah yang wara', memiliki sifat pemalu, ahli zuhud di dunia, kuat dalam pendirian dan sifat-sifat mulia yang lain yang disandangnya. Adz-Dzahabiy mengatakan, "Abu Musa adalah seorang qari' yang memiliki suara yang indah dan seorang terkemuka di Bashrah didalam membaca dan memahami Al-Quran."Disamping sebagai seorang yang memiliki 'izzah yang besar dalam menuntut ilmu, baik dari Rasulullah maupun dari sahabat-sahabat, beliau juga mengajarkan ilmu yang telah diperolehnya itu kepada orang lain, mengamalkan sabda Rasulullah , "Khairukum man ta'allama Al-Qurana wa 'allamahu" (H.R. Bukhari).Dengan segala kemampuannya beliau mengajarkan Al-Quran dan memberikan penjelasan kepada ummat di setiap daerah yang didatanginya, dibantu dengan bacaan dan suaranya yang indah ketika membaca Al-Quran, dapat menarik perhatian masyarakat sekitarnya hingga berkumpul mengelilinginya. Dikarenakan banyaknya penuntut ilmu yang hadir, maka ia membagi mereka menjadi beberapa kelompok halaqah pengajian ilmu pengetahuan agama, seperti yang pernah ia lakukan di masjid Bashrah. Abu Musa juga memiliki perhatian yang besar dalam pengajian sunnah dan riwayat-riwayatnya, serta sangat berpegang teguh terhadap sunnah Nabi shalallahu 'alaihi wasallam, sebagaimana ia telah sampaikan nasehat kepada anak-anak dan keluarganya ketika ajal mendatanginya.WafatnyaPara ulama berbeda pendapat terhadap tahun wafatnya Abu musa radhiyallahu 'anhu. Kebanyakan dari perkataan mereka, tidak lebih dari tahun empat puluhan dari tahun hijrah, diantaranya pendapat Ibnu Al-Atsir mengatakan, "Abu Musa meninggal di Kufah, dan dikatakan di Makkah pada tahun 42 hijrah, dan dikatakan pada tahun 44 hijrah, pada waktu itu beliau berumur 63 tahun." Sebagaimana Adz-Dzahaby juga membenarkan bahwa beliau wafat pada bulan zulhijjah tahun 44 hijrah, Allahu A'lam.Sebelum wafatnya beliau masih sempat memberikan peringatan dan nasehat buat anak-anak dan keluarganya agar selalu beriltizam terhadap sunnah Nabi . Dan merupakan suatu kemuliaan dari Allah terhadap keluarganya dengan menjadikan banyak dari anak-anak, cucu-cucu sampai pada keturunan-keturunannya menjadi ulama, qadhi dan perawi hadist, yang merupakan berkah dari do'a Rasulullah yang diterimanya dan berkah keikhlasannya.Demikianlah perjalanan dari kehidupan seorang sahabat Rasulullah yang ahli ibadat, wara', mujahid dan faqih, semoga kita semua dapat mengambil ibrah dari semua itu dan semoga Allah memberi hidayah kepada kita dalam melangkah tuk mencapai ridha-Nya serta mewafatkan kita dalam keadaan Iman dan Islam. Amin
...
"Rabbana-ghfir lana wa li-ikhwanina allaziina sabaquuna bil-iimaan wala taj'al fi- quluubina ghillan lil-laziina a-manu Rabbana innaka Raufu-r- Rahiim".
Insya Allah bisa bermanfa'at.....
Bismillahir-Rahmaanir-Rahim...
Pelajaran Ali bin Abi Thalib Kepada 3 Pendeta Yahudi
Dikala Umar bin Khattab memangku jabatan sebagai Amirul Mukminin, pernah datang kepadanya beberapa orang pendeta Yahudi. Mereka berkata kepada Khalifah, "Hai Khalifah Umar, Anda adalah pemegang kekuasaan sesudah Muhammad dan sahabatnya, Abu Bakar. Kami hendak menanyakan beberapa masalah penting kepada Anda. Jika Anda dapat memberi jawaban kepada kami, barulah kami mau mengerti bahwa Islam merupakan agama yang benar dan Muhammad benar-benar seorang Nabi. Sebaliknya, jika anda tidak dapat memberi jawaban, berarti bahwa agama Islam itu bathil dan Muhammad bukan seorang Nabi.""Silahkan bertanya tentang apa saja yang kalian inginkan," sahut Khalifah Umar.Jelaskan kepada kami tentang induk kunci (gembok) mengancing langit, apakah itu?" Tanya pendeta-pendeta itu, memulai pertanyaan-pertanyaannya."Terangkan kepada kami tentang adanya sebuah kuburan yang berjalan bersama penghuninya, apakah itu? Tunjukkan kepada kami tentang suatu makhluk yang dapat memberi peringatan kepada bangsanya, tetapi ia bukan manusia dan bukan jin! Terangkan kepada kami tentang lima jenis makhluk yang dapat berjalan di permukaan bumi, tetapi makhluk-makhluk itu tidak dilahirkan dari kandungan ibu atau induknya! Beritahukan kepada kami apa yang dikatakan oleh burung puyuh (gemak) disaat ia sedang berkicau! Apakah yang dikatakan oleh ayam jantan dikala ia sedang berkokok! Apakah yang dikatakan oleh kuda disaat ia sedang meringkik? Apakah yang dikatakan oleh katak di waktu ia sedang bersuara? Apakah yang dikatakan oleh keledai disaat ia sedang meringkik? Apakah yang dikatakan oleh burung pipit pada waktu ia sedang berkicau?"Khalifah Umar menundukkan kepala untuk berpikir sejenak, kemudian berkata,"Bagi Umar, jika ia menjawab 'tidak tahu' atas pertanyaan-pertanyaan yang memang tidak diketahui jawabannya, itu bukan suatu hal yang memalukan!"Mendengar jawaban Khalifah Umar seperti itu, pendeta-pendeta Yahudi yang bertanya berdiri melonjak-lonjak kegirangan, sambil berkata, "Sekarang kami bersaksi bahwa Muhammad memang bukan seorang Nabi, dan agama Islam itu adalah bathil!"Salman Al-Farisi yang saat itu hadir, segera bangkit dan berkata kepada pendeta-pendeta Yahudi itu: "Kalian tunggu sebentar!"Ia cepat-cepat pergi ke rumah Ali bin Abi Thalib. Setelah bertemu, Salman berkata: "Ya Abal Hasan, selamatkanlah agama Islam!"Ali bingung, lalu bertanya: "Mengapa?"Salman kemudian menceritakan apa yang sedang dihadapi oleh Khalifah Umar bin Khattab. Imam Ali segera saja berangkat menuju ke rumah Khalifah Umar, berjalan lenggang memakai burdah (selembar kain penutup punggung atau leher) peninggalan Rasulullah SAW. Ketika Umar melihat Ali bin Abi Thalib datang, ia bangun dari tempat duduk lalu buru-buru memeluknya, sambil berkata: "Ya Abal Hasan, tiap ada kesulitan besar, engkau selalu kupanggil!"Setelah berhadap-hadapan dengan para pendeta yang sedang menunggu-nunggu jawaban itu, Ali bin Abi Thalib berkata, "Silahkan kalian bertanya tentang apa saja yang kalian inginkan. Rasulullah SAW sudah mengajarku seribu macam ilmu, dan tiap jenis dari ilmu-ilmu itu mempunyai seribu macam cabang ilmu!"Pendeta-pendeta Yahudi itu lalu mengulangi pertanyaan-pertanyaan mereka. Sebelum menjawab, Ali bin Abi Thalib berkata, "Aku ingin mengajukan suatu syarat kepada kalian, yaitu jika ternyata aku nanti sudah menjawab pertanyaan-pertanyaan kalian sesuai dengan yang ada di dalam Taurat, kalian supaya bersedia memeluk agama kami dan beriman!""Ya baik!" jawab mereka."Sekarang tanyakanlah satu demi satu," kata Ali.Mereka mulai bertanya, "Apakah induk kunci (gembok) yang mengancing pintu-pintu langit?""Induk kunci itu," jawab Ali bin Abi Thalib, "ialah syirik kepada Allah. Sebab semua hamba Allah, baik laki-laki ataupun wanita, jika ia bersyirik kepada Allah, amalnya tidak akan dapat naik sampai kehadirat Allah!"Para pendeta Yahudi bertanya lagi, "Anak kunci apakah yang dapat membuka pintu-pintu langit?"Ali menjawab, "Anak kunci itu ialah kesaksian (syahadat) bahwa tiada tuhan selain Allah dan Muhammad adalah Rasulullah!"Para pendeta Yahudi itu saling pandang di antara mereka, sambil berkata, "Orang itu benar juga!" Mereka bertanya lebih lanjut, "Terangkanlah kepada kami tentang adanya sebuah kuburan yang dapat berjalan bersama penghuninya!""Kuburan itu ialah ikan hiu (hut) yang menelan Nabi Yunus putera Matta," jawab Ali. "Nabi Yunus AS dibawa keliling ketujuh samudera!"Pendeta-pendeta itu meneruskan pertanyaannya lagi, "Jelaskan kepada kami tentang makhluk yang dapat memberi peringatan kepada bangsanya, tetapi makhluk itu bukan manusia dan bukan jin!"Ali lalu menjawab, "Makhluk itu ialah semut Nabi Sulaiman AS putera Nabi Dawud AS, Semut itu berkata kepada kaumnya, 'Hai para semut, masuklah ke dalam tempat kediaman kalian, agar tidak diinjak-injak oleh Sulaiman dan pasukan-nya dalam keadaan mereka tidak sadar!"Para pendeta Yahudi itu meneruskan pertanyaannya, "Beritahukan kepada kami tentang lima jenis makhluk yang berjalan diatas permukaan bumi, tetapi tidak satu pun diantara makhluk-makhluk itu yang dilahirkan dari kandungan ibunya atau induknya!"Ali menjawab, "Lima makhluk itu ialah, pertama, Adam. Kedua, Hawa. Ketiga, Unta Nabi Shaleh. Keempat, Domba Nabi Ibrahim. Kelima, Tongkat Nabi Musa (yang menjelma menjadi seekor ular)."Setelah mendengar jawaban-jawaban serta penjelasan yang diberikan oleh Ali ra, dua di antara tiga orang pendeta Yahudi itu lalu mengatakan, "Kami bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah dan Muhammad adalah Rasulullah!"
( Dari Kitab Fadhailul Khamsah Minas Shihahis Sittah - detikRamadhan
Semoga tulisan ini dapat membuka pintu hati
kita yang telah lama terkunci ...
Beritahukan info page “ kisah mutiara islamic motivatio“ ini kpd
temanmu dgn klik ''share/bagikan'' artikel
ini,Semoga kebaikan akan terus tersampaikan...
Amin.....di like yaa...
Click here to claim your Sponsored Listing.
Location
Category
Website
Address
Ambon
97128