Part 2 Kitab Birrul Walidain
حرمة الوالدين في الإسلام
اهتمّ الإسلام بأمر الوالدين اهتمامًا تامًا، فأوجب طاعتهما وجعل برّهما من أجلّ الطاعات وأعظم القربات، ونهى عن عقوقهما وشدّد في ذلك، وجعله من أكبر الكبائر وأفحش الجرائم.
وقد بلغ من عناية الله بحقوق الوالدين أن قرن برّهما والإحسان إليهما بعبادته وتوحيده، فقال تعالى:
﴿وَاعْبُدُوا اللَّهَ وَلَا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا﴾ [النساء: 36]
وقال: ﴿وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا﴾ [الإسراء: 23]
وفي الآية لطيفة لا يتفطن لها إلا من تدبرها، وهي أنه تعالى أبى أن لا يُعبد غيره، ثم ذكر برّ الوالدين بتقديم ذكرهما على قوله «إحسانًا» اعتناءً بحقهما، وتنبيهًا على أن برّهما يَلي عبادة الله تعالى، وما ذاك إلا لعِظم منزلتهما والمكانة العظيمة.
ولذا ذكر الرسول صلوات الله وسلامه عليه أن من أكبر الكبائر الشرك بالله، ثم أردفه بعقوق الوالدين، وقدّمه على جميع الكبائر، فقال:
«ألا أنبئكم بأكبر الكبائر؟ الإشراك بالله، وعقوق الوالدين».
وقرن الله عز وجل أيضًا شكرهما بشكره في قوله سبحانه:
﴿أَنِ اشْكُرْ لِي وَلِوَالِدَيْكَ إِلَيَّ الْمَصِيرُ﴾ [لقمان: 14]
ولعل السرّ في ذلك من حيث إنه تعالى هو الموجد للولد حقيقةً، وهما الوالدان واسطةٌ في إنشائه.
---
Terjemahan Bahasa Indonesia
Kedudukan (Kemuliaan) Orang Tua dalam Islam
Islam sangat memperhatikan urusan kedua orang tua dengan perhatian yang sempurna. Islam mewajibkan taat kepada keduanya, menjadikan berbakti kepada mereka sebagai salah satu ketaatan yang paling mulia dan ibadah yang paling agung, serta melarang durhaka kepada mereka dengan larangan yang sangat keras. Bahkan, durhaka kepada orang tua termasuk dosa besar dan kejahatan yang sangat buruk.
Begitu besar perhatian Allah terhadap hak-hak kedua orang tua sehingga Allah menggandengkan perintah berbuat baik kepada keduanya dengan perintah beribadah dan mentauhidkan-Nya. Allah Ta‘ala berfirman:
“Dan sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun, dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua.” (QS. An-Nisa: 36)
Dan firman-Nya:
“Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada kedua orang tua.” (QS. Al-Isra: 23)
Dalam ayat tersebut terdapat isyarat halus yang hanya dipahami oleh orang yang merenungkannya, yaitu bahwa Allah menegaskan agar tidak menyembah selain Dia, kemudian menyebutkan kewajiban berbakti kepada orang tua dengan mendahulukan penyebutan mereka sebelum kata “berbuat baik”, sebagai bentuk perhatian terhadap hak keduanya, serta sebagai penegasan bahwa berbakti kepada orang tua berada setelah ibadah kepada Allah. Hal itu menunjukkan betapa tinggi kedudukan dan agungnya martabat mereka.
Karena itu, Rasulullah ﷺ menyebutkan bahwa di antara dosa besar yang paling besar adalah syirik kepada Allah, kemudian beliau menyusulkannya dengan durhaka kepada orang tua, bahkan mendahulukannya di antara dosa-dosa besar lainnya. Beliau bersabda:
“Maukah aku beritahukan kepada kalian tentang dosa yang paling besar? Yaitu mempersekutukan Allah dan durhaka kepada kedua orang tua.”
Allah juga menggandengkan perintah bersyukur kepada keduanya dengan bersyukur kepada-Nya dalam firman-Nya:
“Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu; hanya kepada-Kulah kembalimu.” (QS. Luqman: 14)
Barangkali rahasia dari hal itu adalah karena Allah-lah yang menciptakan anak secara hakiki, sedangkan kedua orang tua menjadi perantara dalam proses kelahirannya.
Terjemah Kitab Kuning
Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Terjemah Kitab Kuning, Education, Jalan Irigasi Timur Sukareja RT/RW 03/03 Desa Lempuyang Kec. Anjatan, Indramayu.
Halaman ini fokus membagikan terjemahan kitab-kitab kuning ke dalam Bahasa Indonesia dengan gaya bahasa kekinian, sederhana, dan mudah dipahami, agar makna isi kitab terasa lebih dekat dan relevan.
18/02/2026
Bismillah
Assalamualaikum saudaraku Alhamdulillah mimin Insya Allah kedepan akan berbagi terjemah kitab
"BIRRUL WALIDAIN "
Berbakti kepada kedua orang tua
untuk kebahagiaan dua negeri (dunia dan akhirat).
Disusun oleh:
Misbah Bin Bakr Al-Qurasy
Semoga Allah mengampuni beliau, kedua orang tuanya, guru-gurunya, dan kaum muslimin.
semoga bermanfaat aamiin
Pon-tren Darussalam Gribig
مقدمة
بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله الذي أمرنا بشكر الوالدين، وجعل القيام بحقوقهما سبيلاً إلى السعادتين، والصلاة والسلام على سيدنا محمد سيد الكونين، وعلى آله وأصحابه صلاةً وسلامًا دائمين متلازمين.
أما بعد:
فغير خافٍ على عاقل لزومُ حقِّ المُنعِم، ولا مُنعِم بعد الحقِّ تعالى على العبد كَالوالدَين؛ فقد تحمَّلتِ الأمُّ في حمله أثقالًا كثيرة، ولقِيت وقت وضعه مزعجاتٍ خطيرة، وبالغت في تربيته، وسهرت في مدارته، وأعرضت عن جميع شهواتها، وقدَّمته على نفسها في كل حال.
وقد ضمَّ الأبُ إلى التسبُّب في إيجاده، ومحبته بعد وجوده، وشفقته في تربيته، الكسبَ له والإنفاقَ عليه؛ فلولاهما لم يكن شيئًا مذكورًا.
والعاقلُ يعرفُ حقَّ المُحسن ويجتهد في مكافأته، ويجهل الإنسانُ بحقوقِ المُنعِم من آثر صفاته.
فهذا الكتابُ يُبيِّن أهميةَ برِّ الوالدين وخطورةَ عقوقِهما، أعددتُه لما لنفعِه وتعميمِ فائدته على المستفيدين، لعلَّه يكون سببًا في رجوع العاقِّ عن عقوقه، وزيادةِ البارِّ في برِّه وإحسانه، ويعلِّمُ البارَّ بالوالدين أنه مهما بلغ في برِّهما لم يَفِ بشكرهما.
واللهُ أدعو أن يجعل هذا العمل خالصًا لوجهه الكريم، وسببًا للفوز بجنات النعيم، فأقول: وهو حسبي ونِعم الوكيل.
Pendahuluan
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
Segala puji bagi Allah yang memerintahkan kita untuk bersyukur kepada kedua orang tua, dan menjadikan menunaikan hak-hak keduanya sebagai jalan menuju kebahagiaan dunia dan akhirat. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad, pemimpin seluruh alam, serta kepada keluarga dan para sahabat beliau, dengan shalawat dan salam yang terus-menerus dan tidak terputus.
Adapun setelah itu:
Tidak tersembunyi bagi orang yang berakal tentang kewajiban berterima kasih kepada orang yang memberi nikmat. Dan tidak ada yang lebih besar jasanya kepada seorang hamba setelah Allah Ta’ala selain kedua orang tuanya. Ibu telah menanggung beban berat saat mengandungnya, menghadapi kesulitan saat melahirkannya, bersungguh-sungguh dalam mendidiknya, begadang untuk merawatnya, meninggalkan banyak keinginannya, dan selalu mendahulukan anaknya daripada dirinya sendiri dalam setiap keadaan.
Ayah juga menjadi sebab keberadaannya, mencintainya setelah ia lahir, menyayanginya dalam pendidikannya, bekerja untuknya, dan menafkahinya. Seandainya bukan karena keduanya, niscaya ia tidak akan menjadi sesuatu yang dikenal.
Orang yang berakal akan mengetahui hak orang yang berbuat baik dan berusaha membalas kebaikannya. Dan termasuk sifat buruk manusia adalah tidak mengetahui hak orang yang telah memberi nikmat kepadanya.
Maka kitab ini menjelaskan pentingnya berbakti kepada kedua orang tua dan besarnya bahaya durhaka kepada keduanya. Aku menyusunnya agar bermanfaat dan tersebar faedahnya bagi para pembaca, semoga menjadi sebab kembalinya orang yang durhaka dari kedurhakaannya, menambah kebaikan orang yang sudah berbakti dalam baktinya, serta mengajarkan bahwa bagaimanapun seseorang berbakti kepada kedua orang tuanya, ia tetap belum mampu membalas jasa keduanya.
Aku memohon kepada Allah agar menjadikan amal ini ikhlas karena-Nya semata, dan menjadi sebab memperoleh kemenangan dengan surga kenikmatan. Maka aku berkata: Allah adalah penolongku, dan Dia sebaik-baik pelindung.
06/04/2025
Semoga Kita Semua dijadikan Hamba Allah yang Pandai Bersyukur, Ikhlas, Sabar dan Juga Ridho atas Qodho dan Qodar yang Allah berikan kepada kita aaamiin
26/03/2025
Shout out to my newest followers! Excited to have you onboard! Abdul Fatah, Nurdin Udin
Dalam video kali ini, kami mengisahkan pertemuan Nabi Muhammad SAW dengan Iblis, di mana Nabi bertanya tentang siapa musuh-musuh dan teman-teman Iblis. jangan lupa untuk like, dan bagikan video ini kepada teman-teman Anda!
TUNTUNAN PRAKTIS ZAKAT FITRAH
HUKUM MEMBAYAR ZAKAT
Baik dalam Al-Qur’an dan hadits, banyak sekali dijelaskan tentang kewajiban membayar zakat. Salah satunya adalah firman Allah swt berikut,
وَأَقِيمُواْ ٱلصَّلَوٰةَ وَءَاتُواْ ٱلزَّكَوٰةَ وَٱرۡكَعُواْ مَعَ ٱلرَّٰكِعِينَ
Artinya, “Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan ruku'lah beserta orang-orang yang ruku'.” (QS. Al-Baqarah [2]: 43) Dalam hadits, perintah itu tergambar dari salah satunya sabda Rasulullah berikut,
بُنِيَ الْإِسْلَامُ عَلَى خَمْسٍ: شَهَادَةِ أَنْ لَا إِلهَ إِلَّا اللهُ وَ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ، وَ إِقَامِ الصَّلَاةِ، وَ إِيْتَاءِ الزَّكَاةِ، وَ حَجِّ الْبَيْتِ، وَ صَوْمِ رَمَضَانَ. رواه البخاري و مسلم
Artinya: "Islam dibangun di atas lima perkara: persaksian bahwa tiada tuhan yang berhak disembah kecuali Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan shalat, menunaikan zakat, pergi haji, dan puasa di bulan Ramadhan.” (HR Bukhari dan Muslim) (Musthafa Sa’id al-Khin, Al-Fiqhul Manhaji ‘ala Madzhabil Imamisy Syafi’i, t.t: juz II, h. 11).
KRITERIA KEWAJIBAN ZAKAT
Sebagaimana dikemukakan di atas berikut dalil Al-Qur’an dan haditsnya, membayar zakat hukumnya wajib sesuai kesepakatan ulama bagi orang yang telah memenuhi kriteria, yaitu; beragama Islam, merdeka (bukan hamba sahaya), dan memiliki makanan pokok pada saat Idul Fitri (untuk siang dan malamnya). Hal ini berlaku baik bagi laki-laki, perempuan, anak kecil, orang dewasa, orang merdeka, ataupun hamba sahaya (yang muba’adh).
WAKTU MENUNAIKAN ZAKAT FITRAH
Waktu pengeluaran zakat fitrah dibagi menjadi lima, berikut pembagian dan penjelasannya masing-masing:
1 Wajib, yaitu seseorang menemukan bagian dari bulan Ramadhan dan bagian dari bulan Syawal. Sehingga, orang yang meninggal dunia sebelum matahari terbenam pada malam satu Syawal tidak terkena kewajiban zakat karena tidak menemukan bagian dari bulan Syawal. Demikian juga bayi yang baru lahir setelah terbenamnya matahari malam satu Syawal karena tidak menemukan bagian dari bulan Ramadhan.
2. Diutamakan, yaitu setalah terbit fajar pada pagi hari hadi raya Idul Fitri sampai sebelum dilaksanakannya shalat Id. Lebih utama lagi ditunaikan setelah shalat fajar.
3. Boleh, yaitu terhitung sejak memasuki awal bulan Ramadhan.
4. Makruh, yaitu membayar zakat setelah shalat Id sampai terbenamnya matahari. Kecuali jika untuk suatu kemaslahatan seperti menunggu seorang kerabat atau orang faqir yang shalih untuk diberikan kepadanya.
5. Haram, yaitu membayar zakat sehari setelah hadi raya Idul Fitri tanpa adanya uzur (kendala yang dimaklumi). Jika ada uzur semilsal belum harta untuk dizakatkan baru tersedia atau sulit menemukan mustahiq (penerima zakat), maka boleh, akan tetapi statusnya sebagai qadha dan tidak berdosa.
TAKARAN ZAKAT FITRAH
Masing-masing orang wajib mengeluarkan makanan pokok (di Indonesia umumnya adalah beras, sebagian lainnya sagu, gandum, atau lainnya) sebesar satu sha’ (sekitar 2,7 sampai 3.0 kilogram).
NIAT ZAKAT FITRAH
Niat merupakan sesuatu yang wajib dilakukan dalam menunaikan zakat fitrah. Niat disyaratkan berada dalam hati, dan dianjurkan untuk melafalkannya semata untuk memantapkan.
1. NIAT ZAKAT FITRAH UNTUK DIRI SENDIRI
ﻧَﻮَﻳْﺖُ أَﻥْ أُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻋَﻦْ ﻧَﻔْسيْ ﻓَﺮْﺿًﺎ ِﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ
Nawaitu an ukhrija zakâtal fithri ‘an nafsî fardhan lillâhi ta’âlâ
Artinya, “Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk diriku sendiri, fardhu karena Allah Ta‘âlâ.”
2. NIAT ZAKAT FITRAH UNTUK ISTRI
ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِﻋَﻦْ ﺯَﻭْﺟَﺘِﻲْ ﻓَﺮْﺿًﺎ ِﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ
Nawaitu an ukhrija zakâtal fithri ‘an zaujatî fardhan lillâhi ta’âlâ
Artinya, “Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk istriku, fardhu karena Allah Ta‘âlâ.”
3. NIAT ZAKAT FITRAH UNTUK ANAK LAKI-LAKI
ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻋَﻦْ ﻭَﻟَﺪِﻱْ ... ﻓَﺮْﺿًﺎ ِﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ
Nawaitu an ukhrija zakâtal fithri ‘an waladî (sebutkan nama) fardhan lillâhi ta’âlâ
Artinya, “Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk anak laki-lakiku…. (sebutkan nama), fardhu karena Allah Ta‘âlâ.”
4. NIAT ZAKAT FITRAH UNTUK ANAK PEREMPUAN
ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِﻋَﻦْ ﺑِﻨْﺘِﻲْ ... ﻓَﺮْﺿًﺎ ِﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ
Nawaitu an ukhrija zakâtal fithri ‘an bintî (sebutkan nama) fardhan lillâhi ta’âlâ
Artinya, “Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk anak perempuanku…. (sebutkan nama), fardhu karena Allah Ta‘âlâ.”
5. NIAT ZAKAT FITRAH UNTUK DIRI SENDIRI DAN KELUARGA
ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِﻋَنِّيْ ﻭَﻋَﻦْ ﺟَﻤِﻴْﻊِ ﻣَﺎ تَلْزَﻣُنِيْ ﻧَﻔَﻘَﺎﺗُﻬُﻢْ ﺷَﺮْﻋًﺎ ﻓَﺮْﺿًﺎ ِﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ
Nawaitu an ukhrija zakâtal fithri ‘annî wa ‘an jamî’i mâ talzamunî nafaqâtuhum fardhan lillâhi ta’âlâ Artinya, “Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk diriku dan seluruh orang yang nafkahnya menjadi tanggunganku, fardhu karena Allah Ta‘âlâ.”
6. NIAT ZAKAT FITRAH UNTUK ORANG YANG DIWAKILKAN
ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻋَﻦْ (..…) ﻓَﺮْﺿًﺎ ِﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ
Nawaitu an ukhrija zakâtal fithri ‘an (sebutkan nama) fardhan lillâhi ta’âlâ
Artinya, “Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk… (sebutkan nama spesifik), fardhu karena Allah Ta‘âlâ.”
PENERIMA ZAKAT FITRAH
Zakat fitrah didistribusikan kepada salah satu dari delapan golongan penerima (mustahiq) yang sudah ditetapkan dalam Islam, yaitu fakir, miskin, amil (petugas zakat), muallaf (orang baru masuk Islam), budak, orang yang terlilit utang, orang yang sedang dalam jalan Allah, dan orang yang sedang dalam perjalanan jauh yang bukan maksiat.
DOA SAAT MENERIMA ZAKAT
Bagi penerima zakat, dianjurkan untuk mendoakan pemberi zakat agar apa yang telah diberinya mendapat balasan pahala dari Allah swt dan harta yang dimilikinya mendapat keberkahan. Di antara contoh doa tersebut adalah seperti di bawah ini:
ﺁﺟَﺮَﻙ ﺍﻟﻠﻪُ ﻓِﻴْﻤَﺎ ﺍَﻋْﻄَﻴْﺖَ، ﻭَﺑَﺎﺭَﻙَ ﻓِﻴْﻤَﺎ ﺍَﺑْﻘَﻴْﺖَ ﻭَﺟَﻌَﻠَﻪُ ﻟَﻚَ ﻃَﻬُﻮْﺭًﺍ
Âjarakallâhu fî mâ a’thaita wa bâraka fî mâ abqaita wa ja’alahu laka thahûran
Artinya, “Semoga Allah memberikan pahala atas apa yang engkau berikan, dan semoga Allah memberikan berkah atas harta yang kau simpan dan menjadikannya sebagai pembersih bagimu.” (Habib Hasan Ahmad Muhammad al-Kaf, Taqrîrâtus Sadîdah, 2003: 418-420) .
Wallahu a’lam.
Semoga Bermanfaat
Sumber Kitab :
- Al-Umm Imam Syafi’i
-Matan Abus Syuja’ (Madzhab Syafi’i).
- Taqrîrâtus Sadîdah
- Al-Fiqhul Manhaji ‘ala Madzhabil Imamisy Syafi’i
*amalan utk ibu hamil*
-Agar kehamilan kuat dan tdk keguguran ijasah dari Guru Mulia Al Habib Umar bin Muhammad bin Hafidz :
Disarankan membaca "Yaa Hasiib" 7 kali, setiap selesai sholat wajib (sambil mengelus perut).
*Adab dan do'a bagi wanita hamil hingga proses melahirkan :*
Para salafus sholeh mendidik anak-anak mereka semenjak dari kandungan dengan cara mengajak istrinya diwaktu hamil untuk selalu melakukan amalan2 baik seperti membaca alqur'an hingga hattam berkali-kali, bersholawat, dzikir dan selalu mendo'akan anak yang dikandung dengan harapan supaya menjadi anak yang sholeh, qurrotul 'ain Rasulullah SAW, berbakti kepada orang tuanya, mengikuti jejak para salafussholeh, menjadi orang yang bermanfaat dalam agama untuk dirinya dan umat islam dll.
Adapun do'a buat wanita hamil banyak dan diantarannya :
*Do'a untuk wanita hamil (dari Habib Abdul Qodir bin Ahmad Assegaf)*
_Dibaca setiap habis sholat lima waktu_
بسم الله الرّحمن الرّحيم
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّد، اللَّهُمَّ احْفَظْ وَلَدِيْ مَا دَامَ فِيْ بَطْنِي وَاشْفِهِ مَعَ أُمَةِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ نَبِيِّكَ وَ رَسُوْلِكَ، أَنْتَ شَافٍ لاَ شِفَاءَ إِلاَّ شِفَاءُكَ شِفَاءً عَاجِلاً لاَيُغَادِرُ سَقَمًا، اللَّهُمَّ صَوِّرْهُ فِيْ بَطْنِيْ صُوْرَةً حَسَنَةً، وَثَبِّتْ قَلْبَهُ إِيْمَانًا بِكَ وَ بِرَسُوْلِكَ، اللَّهُمَّ أَخْرِجْهُ مِنْ بَطْنِيْ وَقْتَ وِلاَدَتِيْ سَهْلاً وَ سَلِيْمًا فِيْ الدُّنْيا و الآخرة، و تقبل دعاءنا كما تقبلت دعاء نبيك و رسولك سيدنا محمد صلى الله عليه و آله و سلم، اللهم احفظ الولد الذي أَخْرَجَكَ مِنْ عَالَمِ الظَّلاَمِ إِلَى عَالَمِ النُّوْرِ وَ اجْعَلْهُ صَحِيْحًا كَامِلاً عَاقِلاً لَطِيْفَا، اللَّهُمَّ اجْعَلْهُ شَهِيْدًا وَ مُبَارَكًا و َعَالِمًا وَ حَافِظًا مِنْ كَلاَمِكَ اْلمَكْنُوْنِ وَكِتَابِكَ الْمَحْفُوْظِ، اللّهُمَّ طَوِّلْ عُمْرَهُ وَ صَحِّحْ جَسَدَهُ وَأَفْصِحْهُ لِقِرَاءَةِ اْلقُرْآنِ اللَّهُمَّ اجْعَلْهُ صَبْرًا مِنَ اْلمَرَضِ وَ اْلأَسْقَامِ وَالْعَطَشِ بِبَرْكَةِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَآلهِ وَ سَلَّمَ وَ جَمِيْعِ اْلأَنْبِيَاءِ وَ اْلمُرْسَلِيْنَ وَ اْلمَلاَئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ، إِنَّ اللهَ وَ مَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيْ يَآ أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمَا، وَآخِرُ دَعْوَانَا أَنِ اْلحَمْدُ لِلّهِ رَبِّ اْلعَالَمِيْنَ.آمين
*Do'a dari Al Habib Ahmad bin Hasan Al Athos di dalam kitab tadzkirun nas agar tidak keguguran insyaallah.*
Maka dianjurkan bagi wanita hamil untuk meletakkan tangannya diatas perutnya sambil membaca ya hasiib 7 kali disetiap habis sholat 5 waktu :
يا حسيب x٧
*Dan adapun do'a untuk memudahkan proses melahirkan sebagaimana yang disebutkan dalam kitab al-adzkar dari hadist Rasulullah SAW dan diamalkan salafussholeh*
Yaitu terlebih dahulu membaca ayat kursi :
اللهُ لآَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ، لاَ تَأْخُذُهُ سِنَةٌ و َلاَ نَوْمُُ، لَّهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَ مَا فِي اْلأَرْضِ، مَن ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِندَهُ إِلاَّ بِإِذْنِهِ، يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَ مَاخَلْفَهُمْ و َلاَ يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهِ إِلاَّ بِمَا شَآءَ، وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَ اْلأَرْضَ، و َلاَ يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا و َهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيم.
Lalu bacalah ayat dibawah ini 3 kali:
إِنَّ رَبَّكُمُ اللهُ الَّذِيْ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ و الأرض في ستة أيام ثم استوى على العرش. يغشي الليل و النهار يطلبه حثيثا و الشمس و القمر و النجوم مسخرات بأمره. الا له الخلق و الأمر. تبارك الله رب العالمين x٣
Kemudian baca surat al ikhlas dan mu'awwidzatain dan al fatehah :
بسم الله الرحمن الرحيم
قل هو الله أحد، الله الصمد، لم يلد و لم يولد، و لم يَكُـنْ لَهُ كُفُـوًا أَحَـدٌ.
بِسْم اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ
قُلْ أَعُوْذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ، مِنْ شَرِّ ماَ خَلَقَ، و َمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ، و َمِنْ شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ، و َمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَد.
بِسْم اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ
قُلْ أَعُوْذُ بِرَبِّ النَّاسِ، مَلِكِ النَّاسِ، إِلَهِ النَّاسِ، مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ، الذي يوسوس في صدور الناس، من الجنة و الناس.
بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله رب العالمين، الرحمن الرحيم، مالك يوم الدين، إياك نعبد و إياك نستعين، اهدنا الصراط المستقيم، صراط الذين أنعمت عليهم غير المغضوب عليهم و لا الضآلين. آمين
Kemudian perbanyaklah do'a alkarb :
لا إله إلا الله اْلعَظَيم الحليمِْ، لا إله إلا الله رب العرش العظيم، لاَاِلَهَ اِلاَّاللهُ رَبُّ السَّمَاوَاتِ السَّبْعِ وَ الأَرَضِيْنَ السَّبْعِ وَ رَبُّ اْلعَرْشِ اْلكَرِيْمِ.
Kemudian bagi suami dianjurkan untuk memperbanyak bacaan do'a dibawah ini ketika istrinya sudah ada tanda2 melahirkan :
حنا ولدت مريم، مريم ولدت عيسى أخرج أيها المولود بإذن الملك المعبود.
*Empat Masa Yang Dimiliki Seorang Hamba*
قَالَ سَيِّدِي أَبُو الْعَبَّاسِ الْمُرْسِي رَضِيَ اللهُ عَنْهُ :
Berkata Sayyidi Abul ‘Abbas Al-mursiy :
أَوْقَاتُ الْعَبْدِ أَرْبَعَةٌ لاَ خَامِسَ لَهَا٬
Seorang hamba hanya memiliki empat masa dalam kehidupan dan tidak lebih dari itu,
اَلنِّعْمَةُ وَالْبَلِيَّةُ وَالطَّاعَةُ وَالْمَعْصِيَةُ٬
Yaitu : Masa mendapat ni’mat dari Allah, Masa mendapat musibah, Masa ta’at kepada Allah dan Masa berma’shiat,
وَلِلّٰهِ تَعَالىٰ عَلَيْكَ فِي كُلِّ وَقْتٍ مِنْهَا سَهْمٌ مِنَ الْعُبُوْدِيَّةِ يَقْتَضِيْهِ الْحَقُّ مِنْكَ بِحُكْمِ الرُّبُوْبِيَّةِ٬
Dan Allah SWT senantiasa menuntut ibadah pada waktu-waktu tersebut :
فَمَنْ كَانَ وَقْتُهُ الطَّاعَةُ فَسَبِيْلُهُ شُهُوْدُ الْمِنَّةِ مِنَ اللهِ عَلَيْهِ أَنْ هَدَاهُ لَهَا وَوَفَّقَهُ لِلْقِيَامِ بِهَا٬
1. Apabila dalam keadaan melakukan ta’at kepada Allah, maka hendaknya dia melihat bahwasanya semua itu adalah pemberian dari Allah sehingga dia bisa mendapatkan taufiq dan kemudian beribadah kepada Allah,
وَمَنْ كَانَ وَقْتُهُ الْمَعْصِيَةُ فَمُقْتَضَى الْحَقِّ مِنْهُ وُجُوْدُ الْاِسْتِغْفَارِ وَالنَّدَمِ٬
2. Apabila ia dalam keadaan terjerumus melakukan ma’shiat, maka tuntutan Allah (yang harus dilakukan) adalah agar dia cepat-cepat bertaubat, beristighfar dan menyesalinya,
وَمَنْ كَانَ وَقْتُهُ النِّعْمَةُ فَسَبِيْلُهُ الشُّكْرُ وَهُوَ فَرَحُ الْقَلْبِ بِاللهِ٬
3. Apabila dalam keadaan mendapat ni’mat, maka hendaknya dia bersyukur, yaitu bahagia dengan apa yang Allah berikan padanya.
وَمَنْ كَانَ وَقْتُهُ الْبَلِيَّةُ فَسَبِيْلُهِ الرِّضَا بِالْقَضَاءِ وَالصَّبْرِ.
4. Apabila dalam keadaan tertimpa musibah, maka hendaknya dia rela dengan ketentuan Allah dan sabar menghadapinya.
TATA CARA MENJADI BILAL SHALAT GERHANA MATAHARI
1. Memimpin bacaan Istighfar bersama-sama dengan menganjurkan untuk bertaubat dan memperbanyak sedekah
أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ ×٣
مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ عَظِيْم
Yg paling utama membaca Sayyidul istigfar
Ini lafadznya
اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ خَلَقْتَنِي وَأَنَا عَبْدُكَ وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ أَبُوءُ لَكَ بنعمتك علي وَأَبُوءُ بذنبي فَاغْفِرْ لِي فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ
Terus menerus membaca istigfar sambil menunggu kumpulnya Jamaah sholat gerhana
2. Ketika dirasa siap untuk dilaksanakan sholat gerhana, bilal mengumandangkan bacaan tanda dimulainya sholat, dengan membaca:
“اَلصَّلَاةُ جَامِعَة”
3. Pelaksanaan sholat gerhana matahari dengan 2 rokaat setiap satu rokaat berdiri 2 kali
4. Selesai sholat gerhana matahari yg bertugas menjadi bilal maju kedepan mengambil tongkat kemudian menghadap ke jama’ah dan dilanjutkan membaca:
أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ ٣x الَّذِيْ لَا إِلٰهَ إلَّا هُوَ الْحَيَّ الْقَيُّوْمَ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ
مَعَاشِرَ الْمُسْلِمِيْنَ وَ زُمْرَةَ الْمُؤْمِنِيْنَ رَحِمَكُمُ اللهُ
رُوِيَ عَنِ الْمُغِيْرَةِ بْنِ شُعْبَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ . أَنَّهُ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ﷺ: إِنَّ الشَّمْسَ وَ الْقَمَرَ آيَتَانِ مِنْ آيَاتِ اللهِ ، لَا يَنْكَسِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ وَ لَا لِحَيَاتِهِ ، فَإِذَا رَأَيْتُمْ ذٰلِكَ فَصَلُّوْا وَ ادْعُوْا حَتَّى يَنْكَشِفَ مَا بِكُمْ
أَنْصِتُوْا وَاسْمَعُوْا وَ أَطِيْعُوْا رَحِمَكُمُ اللهُ
أَنْصِتُوْا وَ اسْمَعُوْا وَ أَطِيْعُوْا آجَرَكُمُ الله
أَنْصِتُوْا وَ اسْمَعُوْا وَ أَطِيْعُوْا لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْن
5. Lalu yg bertugas menjadi Khotib maju kedepan untuk menerima tongkat kemudian berhenti dengan posisi menghadap ke arah qiblat.
6. Kemudian bilal membaca do’a:
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ ، اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ . اَللّٰهُمَّ قَوِّ الْإسْلَامَ ، وَ الْمُؤْمِنِيْنَ وَ الْمُؤْمِنَاتِ وَ الْمُسْلِمِيْنَ وَ الْمُسْلِمَاتِ ، اَلْأَحْيَاءَ مِنْهُمْ وَ الْأَمْوَاتَ ، وَ انْصُرْهُمْ عَلَى مُعَانِدِي الدِّيْنِ ، يَارَبِّ اخْتِمْ لَنَا مِنْكَ بِالْخَيْرِ ، وَ يَاخَيْرَ النَّاصِرِيْنَ بِرَحْمَتِكَ يَا أرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ . وَ صَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَبَارَكَ وَسَلَّمَ ، وَ الْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ
7. Setelah itu, Khotib mengucapkan salam kepada jama’ah.
8. Kemudian Khotib duduk sejenak dan bilal membaca istighfar dengan suara yang keras (dalam keadaan duduk):
أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ ×٣
الَّذِيْ لَا إِلٰهَ إلَّا هُوَ الْحَيَّ الْقَيُّوْمَ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ
9. Selanjutnya khotib melaksanakan khutbah pertama sampai selesai. Setelah selesai khutbah pertama, khotib duduk sebentar, lalu bilal membaca istighfar dengan suara yang keras.
Bacaan istighfar itu seperti:
أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ ×٣
الَّذِيْ لَا إِلٰهَ إلَّا هُوَ الْحَيَّ الْقَيُّوْمَ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ
Yg utama membaca sayyidul istigfar
اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ خَلَقْتَنِي وَأَنَا عَبْدُكَ وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ أَبُوءُ لَكَ بنعمتك علي وَأَبُوءُ بذنبي فَاغْفِرْ لِي فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ
10. Kemudian khotib berdiri untuk meneruskan khutbah kedua sampai selesai.
Setelah selesai Sunahnya sedekahan / selametan untuk tolak balak
الصدقة تدفع البلاء
Click here to claim your Sponsored Listing.
Location
Category
Contact the school
Telephone
Website
Address
Jalan Irigasi Timur Sukareja RT/RW 03/03 Desa Lempuyang Kec. Anjatan
Indramayu
45256