01/06/2015
Mahasiswa Akamigas Balongan yang berasal dari berbagai kota di Indonesia menggelar Rangkaian Event Akamigas Balongan atau yang dikenal dengan istilah REAMIGAS. Tahun 2015 ini REAMIGAS menggelar berbagai event kompetisi ilmiah, diantaranya Smart Competition, Debate Competition dan Essay Competition dan acara pamungkas nya adalah Grand Seminar “CONSERVING NATIONAL ENERGY WITH INNOVATIVE MINDSET”
Rangkaian acara ini digagas oleh MPPM (Media Penelitian dan Pengembangan Mahasiswa) Akademi Minyak dan Gas Balongan yang berkoordinasi dengan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Akamigas Balongan, Departemen Pendidikan BEM ,IMHATEP (Ikatan Mahasiswa Teknik Perminyakan), (PERMATEK) Perhimpunan Mahasiswa Teknik Kimia, dan (HIMAFISA) Himpunan Mahasiswa Fire & Safety.
Latar belakang diselenggarakannya rangkaian acara ini adalah untuk meningkatkan pemikiran yang inovatif dalam konservasi energi, bijak dalam penggunaan energi serta pengoptimalan pemanfaatan energi dalam menghadapi Indonesia menuju AEC (ASEAN Economic Community) 2015.
Adapun agenda rangkaian event ini yaitu:
Debate Competition, Minggu, 24 Mei 2015 : dengan tema “Implementasi Kebijakan Energi Nasional”, peserta dari mahasiswa se-wilayah 3 Cirebon.
adapun pemenang dari Debate Competition ini:
Juara I : dari Akamigas Balongan
- M. Rifky Prabowo Putra
- Lusy Gusti Effendi
- M.Aditya Tri Saputra
Juara II: Dari Universitas Wiralodra Indramayu
- Laelatusyadiah
- Triana Siska
- Fatkhul Arifin
Essay Competition, peserta dari SMA/SMK se-Nasional, dengan tema “Optimalisasi Pemanfaatan Sumber Energi Minyak dan Gas”
- 25 April – 17 Mei 2015 : Pendaftaran- pengumpulan Essay
- 21 Mei 2015 : Pengumuman 5 besar finalis
- 24 Mei 2015 : Presentasi dan pengumuman 3 besar
Smart Competition, 24 Mei 2015, peserta adalah Mahasiswa Akamigas Balongan, dengan tema “Menggali Kreatifitas dan Imaginasi serta Potensi Mahasiswa di Bidang Akademik”
Pemenang : dari kelas TP E 12,
- Hanibal N. Hakim
- Fachrul Alam
- Jeremy Andreano
Semua rangkaian kompetisi ini dilaksanakan di kampus 2 Akamigas Balongan dengan sangat meriah. Sedangkan event pamungkas REAMIGAS yakni GRAND SEMINAR NASIONAL dengan Tema “CONSERVING NATIONAL ENERGY WITH INNOVATIVE MINDSET” bertempat di Gedung PGRI Indramayu diselenggarakan hari Minggu, 31 Mei 2015.
Seminar ini dipandu oleh Duta Akamigas Balongan, yaitu Sugiati (Berasal dari Jambi, Kelas TP F angkatan 13) dan Deni Putra (Berasal dari Kuningan, kelas TP F Angkatan 13). Sedangkan Moderator dalam seminar ini yaitu Alumni Akamigas Balongan, Richo E Mauland,A.Md, yang sekarang bekerja sebagai Corporate HSE Supervisor di PT Indorama Polychemical Indonesia dan beliau juga masih aktif sebagai Dewan Pembina MPPM Akamigas Balongan.
Rangkaian acara seminar ini diawali dengan penyampaian safety induction dari Windo Julioardi (Teknik Kimia, Akamigas Balongan). Setelah itu, MC mengajak seluruh peserta untuk menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Akamigas Balongan dengan di pandu oleh Ida Mei (Teknik Perminyakan, Akamigas Balongan). Pada saat menyanyikan lagu Indonesia Raya seluruh peserta bernyanyi dengan penuh penghayatan, namun pada saat menyanyikan lagu Mars Akamigas Balongan, peserta dari Universitas lain hanya bisa mendengarkan dengan seksama.
Setelah sambutan disampaikan oleh Ketua Pelaksana REAMIGAS 2015, Presiden BEM, dan Direktur Akamigas Balongan, peserta menundukkan kepala untuk berdoa bersama yang dipimpin oleh salah satu mahasiswa Akamigas Balongan.
Dari semua rangkaian pembukaan acara grand seminar ini, ada yang menarik perhatian peserta dan membuat peserta terbakar semangatnya. yakni pembacaan Dedication of Life by MPPM Akamigas Balongan, yang berisi : “Kami tidak memilih menjadi INSAN BIASA. Memang hak kami menjadi LUAR BIASA. Kami mencari TANTANGAN bukan PERLINDUNGAN. Dan siap menghadapi RESIKO yang telah kami perhitungkan. Dengan GAGAH BERANI kami HADAPI dunia. ....................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................”
Sebuah ikrar yang menelusup kedalam hati peserta, sebuah ikrar yang memiliki makna yang begitu dalam. Karena di Era Globalisasi ini, Mahasiswa akan menempuh berbagai tantangan, maka mahasiswa harus memiliki jiwa pemenang seperti ini.
Jarum jam sudah menunjukkan angka 10 pagi itu, MC menyerahkan acara selanjutnya kepada moderator, dengan materi seminar yang dibagi menjadi 2 sesi. sesi pertama disampaikan oleh Bpk. Ery Wahyu Nugroho, MT. dan pembicara kedua yaitu Bambang Haskara HS., ST seorang alumni dari ITB ini merupakan Pengamat Energi Merdeka, Tenaga Ahli Pengembangan Lapangan Migas Pertamina Group & Pengurus Pusat IATMI Jakarta Divisi Pengembangan Komisariat Dalam dan Luar Negeri.
Materi dengan topik Integrated Projects Management for Energy Conservation and Sustainability: Oil & Gas and re-Newable Energy ini disampaikan dengan sangat komunikatif.
Dewasa ini sebagian besar masyarakat Indonesia masih bergantung kepada BBM, dan ini merupakan tantangan bersama yang harus dihadapi oleh seluruh element masyarakat termasuk pemerintah. Menurutnya perlu adanya gebrakan yang harus dilakukan untuk mengurangi ketergantungan ini. “. Di Balongan hanya dengan memasang p**a saja kita bisa mendapatkan minyak, namun bagi daerah lain belum tentu, sehingga sebagai mahasiswa, kita harus bisa mengembangkan energy alternative untuk mengurangi ketergantungan terhadap BBM, contohnya dari jagung atau kelapa sawit, dan lain-lain” tegasnya.
Menurutnya untuk menjadi bangsa yang mandiri dalam bidang energy, dibutuhkan banyak inovasi dalam pengembangan energi alternative. Namun hal ini tentunya harus didukung oleh kebijakan pemerintah pusat atau pemerintah daerah. Karena tuturnya, “Indonesia is the 16th largest economic in the world and Indonesia will continue to grow significantly in the next decades...and the target in 2030 Indonesia is 7th largest economy in the world”
Fakta ini membuat peserta seminar menyadari bahwa Indonesia sangat kaya akan sumber daya alamnya yang menjadi potensi tersedianya cadangan energi untuk masa depan. tinggal bagaimana potensi ini dikelola dan dijaga dengan baik oleh semua elemen masyarakat. Peserta sangat antusias menyimak materinya dan aktif bertanya di sesi tanya jawab.
Setelah break lunch dan shalat dzuhur, ada pertunjukan seni tari dari Sanggar Tari “Mimi Rasinah”. Siang itu para peserta yang sedang mengendapkan materi dari sesi 1 di refresh dengan pertunjukkan yang keren banget dari penari bernama Mimi Wacih. Mimi Wacih dengan lincah menampilkan dua tarian daerah Indramayu, yang pertama yaitu Tari Topeng Samba dan yang kedua yaitu Tari Topeng Kelana.
“Sanggar Mimi Rasinah memiliki dua program, yaitu program sosial, berupa kursus Nari Gratis untuk umum setiap hari Jumat. Dan Program reguler, yaitu kursus nari yang berbayar setiap hari minggu” Tutur Pa Edy sebagai Ketua Yayasan Sanggar Tari Mimi Rasinah.
Pa Edi juga menambahkan bahwa Tari Topeng daerah Indramayu ada 8 jenis. 1. Panji, 2. Samba 3. Tumenggung 4. Gombrang 5. Lana 2 6. Lana Gandrung 7. Lana Udeng 8. Jingga Nanom. Masing-masing tari topeng ini memiliki makna tersendiri. Namun jika ditarik kesimpulan, makna tari topeng adalah setiap manusia sejak lahir ke dunia harus mengenal Tuhannya hingga meninggal nanti. Sungguh makna yang sangat filosofis menjadi bahan renungan bagi kita semua.
Bagi siapapun yang ingin berkunjung atau mengundang penari dari sanggar Mimi Rasinah, bisa datang langsung ke sanggar yang beralamat di Ds. Pekandangan Jl. Pendawa II Indramayu, atau melalui telp. 0877-1781-8229 (Pa Edi).
“Selama saya mengikuti beberapa seminar, baru kali ini ada penampilan tari topeng daerah, sebuah acara yang dikemas sangat kreatif oleh panitianya ini membuat peserta sangat terhibur dan mengenal budaya Indramayu, two thumbs up buat panitia.”Tutur salah satu peserta bernama Yeni ini.
Richo E. Mauland sebagai moderator kembali mengundang pembicara untuk menyampaikan materinya. di sesi kedua ini, ada ~Ir. Edi Sartono (Kasubdit Penyiapan Program Pemanfaatan Energi Kementerian ESDM) dan dilanjutkan oleh Ir. Uus Supriatna, M.Si seorang HSE and Energy Management System Consultant PT.Indo-Rama Synthetics Tbk,Indorama Polychem Indonesia. Ir. Uus Supriatna memberikan seminar dengan tema “Distribusi Energi Gas Bumi dan Teknologi Diversifikasi Gas Bumi serta Perlunya Upaya Maksimal Konservasi Energi Dalam Pengembangan Energi untuk mendukung Pembangunan yang berkelanjutan”
“Dengan cadangan yang ada dan tingkat produksi seperti pada tahun 2012, maka batubara dunia akan habis dalam waktu 109 tahun lagi, gas bumi akan habis dalam waktu 55 tahun lagi dan minyak bumi akan habis dalam waktu 53 tahun lagi termasuk cadangan migas Indonesia, sedangkan matahari sebagai renewable energy akan terus bersinar sampai dengan 5 miliar tahun lagi, maka dengan melalui distribusi energi gas bumi dan teknologi diversifikasi gas bumi serta inovasi konservasi energi melalui kebijakan nasional dapat mendukung pembangunan yang berkelanjutan.” tuturnya.
“Compressed Natural Gas (CNG) sebagai pengganti untuk bensin, bahan bakar diesel dan bahan bakar propana dipertimbangkan sebagai bahan bakar alternatif yang ramah lingkungan dibandingkan dengan bahan bakar lain.”Tambahnya.
Pemaparan materi ini membuat peserta optimis bahwa di masa depan akan dikembangkan energi alternatif yang ramah lingkungan sehingga akan membuka lapangan kerja baru juga.
Seminar ini ditutup oleh Duta Akamigas dengan penyerahan penghargaan kepada para pemenang kompetisi dan penyerahan cinderamata kepada pembicara dan seluruh panitia berfoto bersama pembicara.
See you in the next great REAMIGAS. Be Creative, be Productive, be a winner.
Indramayu, 1 Juni 2015
Melanie Radita.