09/06/2026
Pengeluaran apa yang paling kerasa naiknya di dompetmu sekarang?
Berbeda dengan Mei tahun lalu yang mencatatkan deflasi pasca lebaran, kali ini yang terjadi justru sebaliknya. Sumber tekanan utama masih berasal dari harga pangan bergejolak, terutama cabai merah, bawang merah, tomat, beras, dan minyak goreng.
Melihat berbagai perkembangan terkini, kami memproyeksi inflasi Juni 2026 berisiko meningkat di kisaran 3,14% - 3,30% secara tahunan dan 0,24%- 0,39% secara bulanan.
Baca selengkapnya di lpem.org
07/06/2026
Ada yang lebih lama dari 20 bulan buat dapat kerja?
Brief LPEM kali ini mengulas durasi pencarian kerja di Indonesia berdasarkan data Sakernas Agustus 2025 untuk penduduk usia 15 tahun ke atas.
Dalam analisis ini, durasi pencarian kerja didefinisikan sebagai lamanya waktu yang dibutuhkan untuk memperoleh pekerjaan atau memulai usaha setelah menyelesaikan pendidikan terakhir.
Analisis ini tidak mencakup mereka yang sudah mendapatkan pekerjaan sebelum lulus pendidikan terakhir maupun mereka yang hingga saat ini belum memperoleh pekerjaan setelah menyelesaikan pendidikan.
Read more: lpem.org
05/06/2026
Ingin memahami ketentuan terbaru dalam PP Nomor 20 Tahun 2026? Ikuti Webinar TERC Tax Update yang diselenggarakan oleh TERC FEB UI bekerja sama dengan Kanwil DJP Jawa Barat III.
📅 Kamis, 11 Juni 2026
⏰ 09.00-11.00 WIB
💻 Zoom & YouTube TERC LPEM FEB UI
Daftar gratis dan dapatkan e-sertifikat: https://bit.ly/terctaxupdate_110626
Jangan lewatkan kesempatan untuk mendapatkan pemahaman langsung dari para ahli mengenai kebijakan perpajakan terbaru! ✨
31/05/2026
Pasar mineral kritis Indonesia memang tengah berkembang pesat, tetapi skala pasarnya masih relatif kecil dan kurang transparan, sehingga potensi gangguan menjadi sulit diprediksi. Kondisi ini memunculkan apa yang disebut sebagai risiko pasar (market risk).
Lantas, bagaimana strategi kebijakan terbaik agar hilirisasi Indonesia tidak terjebak dalam risiko pasar global dan bisa membangun rantai industri yang benar-benar mandiri serta tangguh?
Read more: lpem.org
31/05/2026
Sabbe Satta Bhavantu Sukhitatta. Semoga semangat Waisak membawa kebahagiaan, ketulusan, dan kedamaian bagi semua makhluk hidup. 🙏✨
29/05/2026
Sejak awal kemerdekaan hingga hari ini, LPEM senantiasa mendampingi perjalanan ekonomi Indonesia.
Tantangan akan terus bersalin rupa, namun rekam jejak para pemimpin institusi ini menunjukkan bahwa riset dan kepemimpinan berbasis bukti tetaplah menjadi pijakan penting. Setiap era membawa ujian zamannya masing-masing dalam upaya memahami dan merespons perubahan ekonomi.
Melalui linimasa ini, kami ingin kembali mengapresiasi para pemikir yang telah mendedikasikan ilmunya di sini, sekaligus merawat ingatan tentang ribuan langkah yang telah ditempuh LPEM.
Untuk kamu yang baru mengenal LPEM, mari berkenalan lebih dekat. Untuk yang telah lama bersama kami, mari bergerak lebih jauh. 🤝
Siapa tokoh yang paling kamu kagumi? ;)
27/05/2026
Kurban sejati adalah kemenangan batin saat kita mampu melonggarkan genggaman pada duniawi demi meluaskan ruang penerimaan di dalam jiwa. Selamat Hari Raya Idul Adha, semoga hatimu selalu hangat. 🤍
23/05/2026
Pengeluaran energi kelas menengah tercatat sebesar 8,86%, tertinggi dibanding kelompok pendapatan lainnya. Posisi ini membuat mereka paling berisiko ketika harga energi melonjak. Di sisi lain, kelompok ini umumnya juga tidak tersentuh program bantuan sosial. Akibatnya, kenaikan harga sedikit saja bisa langsung memangkas ruang konsumsi dan daya beli mereka.
Meski begitu, warga miskin tetap berada dalam kondisi rentan. Walaupun proporsi pengeluaran energinya lebih rendah, mereka memiliki ketergantungan tinggi pada energi bersubsidi tanpa banyak ruang untuk beralih atau menyesuaikan pengeluaran.
Menurutmu, apa langkah paling realistis yang perlu dilakukan Pemerintah untuk menghadapi situasi ini?
Read more: lpem.org
21/05/2026
Melemahnya Rupiah saat ini tidak mudah diatasi hanya lewat kebijakan moneter. Sebelumnya, Bank Indonesia sudah melakukan berbagai langkah untuk menjaga stabilitas Rupiah. Namun, tekanan terhadap Rupiah juga dipengaruhi faktor fiskal serta masalah struktural ekonomi dalam negeri yang perlu segera dibenahi.
Kalau menurutmu, langkah apa yang paling penting untuk menghadapi kondisi Rupiah yang terus melemah saat ini?
Read more: lpem.org
13/05/2026
Sering dengar Wapres Gibran bicara soal hilirisasi? Pemerintah kini menjadikannya andalan untuk mengejar pertumbuhan ekonomi 8%. Logikanya terdengar menarik: bahan mentah diolah menjadi produk setengah jadi atau sudah jadi, agar Indonesia mendapat nilai tambah lebih besar.
Namun, tidak semua hilirisasi otomatis menguntungkan.
Risikonya tidak sedikit. Indonesia bisa makin bergantung pada negara tertentu sebagai pembeli dan investor, menghadapi perubahan teknologi yang cepat menggeser pasar, hingga tuntutan lingkungan dan tata kelola yang terus berubah.
Jika dilakukan terlalu gegabah, hilirisasi justru bisa menggerus nilai ekonomi Indonesia, mulai dari hilangnya penerimaan negara hingga investasi yang terdampar ketika pasar berubah.
Lalu pertanyaannya: sampai sejauh mana sebetulnya Indonesia perlu berenang ke hilir demi memaksimalkan nilai tambah? Inilah yang akan dibahas dalam diskusi kali ini.
Tertarik bergabung? Daftar gratis melalui bit.ly/WebinarFKPLPEM
PertumbuhanEkonomi