16/08/2024
Kajian Shubuh Masjid Jami' Saleh Hambali Bengkel. Dalam kesempatan ini, disampaikan terkait tahapan awal dari keseluruhan 3 tahapan perjalanan seorang hamba untuk mendekatkan diri dengan Allah.
Tahapan awal ini disebut takhalli. Takhalli adalah proses pengosongan diri seorang hamba dari sifat-sifat tercela. Dalam kitab Ta'liim Al-Shibyaan Bighaayat Al-Bayaan, Tuan Guru Bengkel menjelaskan bahwa seorang salik harus menghindari diri dari sifat-sifat tercela.
Sifat-sifat apa saja yang harus dihilangkan dalam diri manusia menurut Tuan Guru Bengkel? Bisa simak video ini!
Kajian Kitab Ta'lim Al-Shibyaan Bighaayat Al-Bayaan Karya TGH. Shaleh Hambali Bengkel Bab Tasawuf
Seorang salik yang ingin mendekatkan diri dengan Allah SWT. harus melalui 3 tahapan, yaitu: Takhalli, Tahalli, dan Tajalli. Dalam video ini, dibahas tentang ...
13/05/2021
Maaf lahir bathin ya...🙏🙏🙏
01/05/2021
Malam ini kita live lagi ya...
Kita mulai sekitar jam 21.15 WITA.
Tema malam ini:
"Sejarah dan Perkembangan NU di Lombok"
Pembicara:
Ust. Abu Arifaini, M.A
Ust. Amrul Jihadi, S. Ah
27/04/2021
Keterangan Gambar: Kunjungan Ke-2 Presiden Ir. Soekarno ke Desa Bengkel pada tahun 1955 M.
28/11/2020
Silaturrahim Tim Alih Bahasa Kitab Tuan Guru Bengkel bersama TGH. Halissusabri, cucu dari Tuan Guru Bengkel dan Pengasuh Ponpes Darul Qur'an. Beliau sangat mengapresiasi tim ini dan berpesan agar terus Istiqomah dalam mengembangkan literasi tentang Tuan Guru Bengkel sehingga pemikiran-pemikiran Tuan Guru Bengkel terus lestari dan generasi penerus dapat mengenalnya lebih baik.
24/11/2020
Dalam akhir kitab Mawaa'izh Al-Shaalihiyyah (Fii) Al-Ahaadits Al-Nabawiyyah (hal.147) yang merupakan terjemah dari kitab Mawaa'izh Al-'Usfuuriyyah (Fii) Al-Ahaadits Al-Nabawiyyah, Tuan Guru Bengkel dalam "Khaatimah" menyebutkan faidah kalimat "Laa Ilaaha Illallaah" dengan mengutip hadits Nabi Muhammad saw. yaitu barangsiapa di akhir perkataanya adalah "Laa Ilaaha Illallaah" maka ia masuk surga bersama orang-orang terdahulu yang telah masuk surga.
21/11/2020
Hari ini kami bersilaturrahim ke kediaman Hj. Aminah yang merupakan istri dari Tuan Guru Bengkel. Beliau adalah satu-satunya istri Tuan Guru Bengkel yang masih hidup sampai sekarang.
Kedatangan kami, Tim Alih Bahasa Kitab Tuan Guru Bengkel, membuat beliau kembali teringat akan pengalaman-pengalaman beliau saat hidup bersama dengan Tuan Guru Bengkel.
Beliau seperti kembali ke masa lalu, kemudian banyak bercerita tentang Tuan Guru Bengkel. Sesekali, ia tampak mengusap air mata karena sedih seorang guru sekaligus suaminya telah mendahuluinya untuk menghadap sang Khaliq.
Dari banyak cerita yang beliau sampaikan, ada beberapa catatan penting yang mungkin perlu kami bagikan kepada teman-teman semua.
Pertama; Tuan Guru Bengkel selalu mengajar dengan menggunakan bahasa Melayu. Ini dapat dilihat dari semua kitab-kitab yang Tuan Guru Bengkel tulis. Hal ini menurut kami merupakan implementasi dari dakwah bil hikmah. Metode seperti ini merupakan metode dakwah yang begitu mudah untuk diterima oleh semua kalangan masyarakat, sehingga masyarakat tidak sulit untuk memahami perintah-perintah agama. Menyampaikan ajaran-ajaran agama menyesuaikan dengan bahasa masyarakat (bilisani qaumihi)
Kedua; menurut penuturan dari Hj. Aminah, Tuan Guru Bengkel selalu berpesan bahkan sesaat sebelum wafatnya, "man arada an yatakallama ma'allah falyaqroul Qur'an" artinya barang siapa yang ingin berbicara/berkomunikasi dengan Allah, maka bacalah Al-Qur'an. Tuan Guru Bengkel selalu menekankan bahwa Al-Qur'an mesti menjadi pedoman bagi umat Islam dalam menjalankan kehidupan sehari-hari.
Ketiga; Tuan Guru Bengkel merupakan tokoh yang melakukan poligami. Menurut penuturan Hj. Aminah, Tuan Guru Bengkel selalu berlaku adil kepada seluruh istri-istrinya, membagi waktu bersama istri-istrinya dengan adil. Sebagaimana yang disaksikan oleh Hj. Aminah bahwa Tuan Guru Bengkel selalu melakukan shalat malam saat jam 2 dan Tuan Guru Bengkel selalu berurai air mata. Saat Hj. Aminah bertanya, "kenapa menangis?", Tuan Guru Bengkel menjawab, "aku mengingat begitu banyak dosa-dosaku".
Demikian. Mudah-mudahan kami Tim Alih Bahasa Kitab Tuan Guru Bengkel selalu istiqomah menelusuri jejak-jejak sejarah dan pemikiran Tuan Guru Bengkel.
Wallahul Muwaffiq Ila Aqwamiththariq
Wassalamu'alaikum Wr. Wb.
Keterangan Foto: Foto Tim Alih Bahasa Kitab Tuan Guru Bengkel bersama Hj. Aminah di Kediamannya Bengkel Barat Desa Bengkel.
03/11/2020
Tuan Guru Shaleh Hambali Bengkel sangat menganjurkan kepada setiap orang yang hendak belajar dan muthola'ah kitab untuk mengawalinya dengan berdo'a. Adapun lafadz do'a itu termaktub dalam kitab Ta'limus Shibyan Bighayatil Bayan Halaman 8 yang berbunyi:
"Bismillahi Subhanallahi Walhamdulillahi Wa La Ilaha Illallahu Wallahu Akbar Wa La Haula Wala Quwwata Illa Billahil 'Aliyyil 'Adzhimil 'Azizil 'Alimi 'Adada Kulli Harfin Kutiba Wa Yuktabu Abadal Abidin Wa Dahrad Dahirin"
Berikut lampiran teks aslinya:
30/10/2020
Tuan Guru Bengkel: Perjalanan Pertama Menuntut Ilmu
Sebelum keberangkatan untuk pertama kalinya ke Makkah, Tuan Guru Bengkel sudah belajar agama sejak usianya 7 tahun. Adapun gurunya saat itu adalah Bapak Ramli dikenal dengan Guru Sumbawa yang mengajarkan membaca al-Qur’an dan TGH. (baca: Tuan Guru Haji) Abdul Hamid Pagutan yang mengajarnya ilmu-ilmu agama.
Saat usia Tuan Guru Bengkel 12 tahun tepatnya pada tahun 1908, Tuan Guru Bengkel berangkat ke Makkah melalui Labuhan Haji Lombok Timur bersama kedua orang tua angkatnya. Inilah awal pertama kali Tuan Guru Bengkel menetap di kota Makkah.
Saat di Makkah, Tuan Guru Bengkel belajar/mengaji pada ulama’-ulama’ yang juga berasal dari Indonesia bahkan dari Lombok dan Sumbawa. Adapun guru-gurunya dalam bidang al-Qur’an, antara lain: TGH. Amin Ampenan, TGH. M. Arsyad, dan Syaikh Misbah Banten. Selain itu, Tuan Guru Bengkel juga belajar ilmu-ilmu agama Islam.
Adapun guru-gurunya, antara lain: TGH.Umar Sumbawa, TGH. Umar Kelayu (Lombok Timur), TGH. Mali (Lombok Timur), KH. Usman Serawak, KH. Mukhtar Bogor, KH. Akhyar Jakarta, KH. Salim Cianjur, TGH. Abdul Ghani Jemberana (Bali), TGH. Abdurrahman Jemberana (Bali), TGH. Usman Pontianak (Kalimantan), TGH. Asy’ari Sekarbela (Lombok), TGH. Yahya Jerowaru (Lombok), dan Syaikh Zainuddin Sumbawa.
Tuan Guru Bengkel juga belajar ilmu keislaman pada ulama’-ulama’ yang berasal dari berbagai negara lainnya, antara lain: Syaikh Ali Umairah al-Fayumi, Syaikh Saʻȋd al-Yamanȋ, Syaikh Hasan bin Saʻȋd al-Yamanȋ, Syaikh Shaleh Bafadlal al-Yamanȋ, Syaikh ʻȂlȋ Maliki al-Makki, Syaikh Ḥamdan al-Maghribȋ, Syaikh Abdus Sattar al-Hindȋ, Syaikh Saʻȋd al-Ḥadlrawȋ al-Makki, Syaikh Ḥasan al-Ghastanȋ al-Makki, Syaikh Yȗsuf al-Nabḥânȋ, dan Syaikh Zain Serawak.
Pada tahun 1916, Tuan Guru Bengkel pulang ke Lombok. Saat itu, Tuan Guru Bengkel berusia 21 tahun. Sebab kepulangannya adalah karena terjadi konflik ideologi dan politik saat itu di Makkah antara Raja Syarif Husein yang beraliran Sunni dan Keluarga Abdul Aziz Ibnu Sa’ud. Terhitung sejak kepulangannya ini, Tuan Guru Bengkel telah menetap dan menuntut ilmu di Makkah selama kurang lebih 9 tahun.
29/10/2020
Mengenal TGH. M. Shaleh Hambali Bengkel
Tulisan ini ingin membahas tentang kiprah dan dakwah Tuan Guru Muhammad Shaleh Hambali Bengkel atau yang lebih dikenal dengan Tuan Guru Bengkel secara singkat sebagai seorang penyebar Islam di Lombok.
Sepulangnya dari menunaikan ibadah haji pada tahun 1916, Tuan Guru Bengkel memulai aktivitas dakwahnya. Beliau pertama-tama mengajarkan membaca Al-Qur’an kepada masyarakat desa Bengkel di Santren (baca: Mushalla, sekarang menjadi Masjid Shaleh Hambali). Setelah itu, berkembang lagi mengajarkan ilmu-ilmu agama. Dari Santren ini, nama Tuan Guru Bengkel secara perlahan dikenal ke seluruh pulau Lombok. Saat itu, murid pertamanya yang berasal dari luar desa Bengkel bernama Zainuddin Hasbullah Taliwang. Setelah itu, para penuntut ilmu di tanah Lombok penasaran terhadap keluasan ilmu Tuan Guru Bengkel. Hal tersebut menjadi magnet yang membuat banyak orang datang ke desa Bengkel untuk menuntut ilmu.
Pada tahun 1929, Tuan Guru Bengkel menunaikan ibadah haji untuk kedua kalinya. Sepulangnya dari ibadah haji yang kedua ini, Tuan Guru Bengkel kemudian menghasilkan karya-karya tulisnya. Hal ini membuatnya menjadi seorang ulama yang kharismatik dan disegani. Pada tahun 1948, Tuan Guru Bengkel kembali menunaikan ibadah haji untuk ketiga kalinya.
Sebagaimana yang kita ketahui bahwa dulu saat seseorang pergi untuk menunaikan ibadah haji, tidak hanya semata-mata untuk menunaikan ibadah haji saja, tetapi juga sekalian untuk menuntut ilmu. Dengan demikian bahwa kepergian Tuan Guru Bengkel ke Mekkah sebanyak tiga kali ini menunjukkan semangat menuntut ilmu beliau sangat tinggi untuk mengembangkan dakwah Islam terutama di Lombok.
Sebagaimana yang dikutip dalam buku “Pemikiran Islam Lokal: TGH.M. Shaleh Hambali Bengkel” yang ditulis oleh Adi Fadli bahwa jumlah santri Tuan Guru Bengkel saat itu sudah berjumlah ribuan yang tersebar di 6 asrama di desa Bengkel. Setiap asrama mempunyai sekitar 40-50 kamar dan setiap kamarnya dihuni oleh 1-6 orang. Tentu saja bahwa santri-santri Tuan Guru Bengkel tidak hanya dari Pulau Lombok saja, namun juga datang dari Bali, Sumbawa dan bahkan Jawa Timur.
Dari keterangan di atas, diketahui bahwa Tuan Guru Bengkel merupakan ulama’ NU yang sangat berpengaruh dalam menyebarkan Islam Ahlussunnah Waljama’ah di Lombok. Hal ini juga dibuktikan dengan diangkatnya Tuan Guru Bengkel sebagai Rais Syuriah Nahdlatul Ulama NTB dari tahun 1953 sampai dengan wafatnya tahun 1968.
28/10/2020
Project pertama yang kami garap adalah mengalihbahasakan Kitab TGH. Shaleh Hambali Bengkel yang berjudul Ta'lim Al-Shibyan Bighayat Al-Bayan. Kitab ini membahas tentang Adab, Kalam, Fiqih, dan Tasawuf. Project ini kami targetkan selesai pada akhir tahun ini. Semoga kami yang tergabung dalam tim ini diberikan kemudahan dan barokah.